NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Klarifikasi Kepala PAUD di Luwuk yang Diisukan Tutup Ruang Belajar

Jum'at, 19 /01/ 2018 19:12:48 805 Pembaca  

ilustrasi Anak di TK PAUD. / Google Img
ilustrasi Anak di TK PAUD. / Google Img

Transsulawesi.com, Luwuk – Diisukan menutup ruang belajar ditempatnya bertugas, Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) yang berada di Jalan Kartini, Kota Luwuk, Widayati T.Apit, S.Pd, mengatakan hal itu merupakan tudingan sepihak yang tidak mendasar.

“Isu saya tutup ruang belajar karena ada salah satu staf guru yang dimutasi, itu sama sekali tidak benar,” ungkap Widayati, Jumat (19/01/2018).

Mengenai duduk persoalan itu sendiri, menurut Widayati, merupakan hal sepele yang dibesar besarkan oleh pihak tertentu. Pasalnya, ruang kelas bisa terkunci bukan karena disengaja melainkan kerusakan pada kunci ruangan itu sendiri.

“Saat akan pulang sekolah pintu kelas mau dikunci, namun tidak bisa lagi terkunci (karena macet).Sehingga (saya) menyuruh tukang membeli kunci baru untuk diganti (agar normal)”. Beber Widayati, mengutip kejadian, Senin (15/1/2018).

Lanjutnya, saat keesokan hari, Selasa (16/1/18), kunci ruangan yang baru digantinya tersebut tidak lagi berfungsi, entah kenapa anak kunci yang baru diganti tidak bisa dimasukan.

Hingga beberapa jam kemudian, upaya membuka pintu masih saja gagal, sampai kemudian tim dari Dinas Pendidikan datang kelokasi, setelah mendapat isu miring upaya penutupan ruang kelas tersebut.

“Tim dari dinas pendidikan datang mengecek sekaligus memediasi permasalahan. Saat itu salah seorang dari dinas juga berupaya membuka tapi tetap saja tidak terbuka.”

“Jadi bukan karena sengaja ditutup seperti yang disukan,” imbuhnya.

Alih alih saat itu, suami dari guru yang sempat diisukan mutasi, yakni suami Guru Salma mencoba membuka paksa pintu tersebut dengan memasukan anak kunci dengan menggunakan batu sampai pintu bisa terbuka.

“Saya juga heran kunci baru kok bisa tidak berfungsi,” aku Widayati.

“Apakah ada sabotase atau bagaimana, itu sama sekali diluar sepengetahuan saya. Tapi yang jelas (saya) tidak pernah bermaksud mengunci ruangan agar tidak dapat digunakan belajar,” jelasnya lagi.

Sementara, sejumlah anak yang dikabarkan mesti belajar dilantai karena tidak dapat masuk ke ruang belajar, menurut Widayati, itu merupakan isu berlebihan pula.

Sekalipun ada kejadian demikian, Widayati mengaku tetap menjalankan aktifitasnya sebagi tugas dan akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya tetap akan menjalankan tugas dengan sepenuh hati, dan kembali saya tegaskan, mengenai isu penutupan ruangan kelas sebagai kritik dari mutasi salah satu staf saya, demi Allah itu tidaklah benar,” pungkasnya. (SYF)

 

Komentar

#HEADLINE

Uniknya Proses Penyelamatan Hiu Tutul di Sombori
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan