NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

Bom Hingga Isu Seksual Pastor 'Teror' Kedatangan Paus ke Chile

Minggu, 14 /01/ 2018 05:40:58 6228 Pembaca  

Foto: REUTERS/Tony Gentile
Foto: REUTERS/Tony Gentile

Transsulawesi.com, Santiago - Tiga gereja katolik di ibu kota Chile, Santiago dilempar bom molotov. Pengeboman ini terjadi satu hari sebelum Paus Fransiskus menyambangi negara itu.

Seperti dilansir AFP, kejadian ini terjadi pada Jumat (12/1) malam waktu setempat. Presiden Michael Bachelet mengecam kejadian yang mengkibatkan kerusakan ringan itu.

"Ini sangat aneh, karena ini bukan sesuatu yang biasa anda identifikasi sebagai kelompok tertentu," ucap Bahelet, seperti dikutip AFP, Sabtu (13/1/2018).
 

Sementara itu, Kepala Polisi Gonzalo menuding kelompok Anarkis yang bertanggung jawab.

Dua gereja mengalami kerusakan di pintu. Sementara itu, dinding gereja dicoret dengan isi kecamanan kepada paus.

Pelempar molotov meninggalkan surat untuk Paus. Dia mengancam akan mengebom Paus Fransiskus saat datang.

"Paus Francis, bom berikutnya akan berada di selatan Anda," kata surat kabar tersebut, yang mengacu pada sejenis jubah yang dikenakan oleh pendeta Katolik.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Mahmud Aleuy mengatakan bahwa pemerintah sedang menyelidiki serangan tersebut.

Paus berusia 81 tahun tersebut dijadwalkan tiba di Santiago pada Senin (15/1) malam pada awal kunjungan selama seminggu ke Chile dan Peru.

Pelecehan Seksual oleh Pastor

Menjelang kedatangan paus, kelompok pemantau yang berbasis di AS memaparkan data pendeta Katolik Roma dituduh lakukan pelecehan seksual. Dari tahun 2000, terdapat kurang lebih 80 pendeta melakukan pelecehan seksual.

BishopAccountability.org mengumpulkan database pendeta secara terbuka yang dituduh melakukan pelecehan seks terhadap anak di bawah umur dengan menggunakan catatan pengadilan dan media.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa daftar tersebut mewakili sebagian kecil dari jumlah total ulama yang dituduh yang akan diketahui jika para pemimpin gereja Chile diminta untuk melapor kepada penegak hukum. Jika sistem hukumnya memungkinkan korban lebih banyak waktu untuk mengajukan tuntutan pidana dan perdata, atau jika keuskupan dan perintah keagamaan diselidiki oleh jaksa atau komisi negara.

Daftar tersebut mencakup pastor Chile, Fernando Karadima, yang dituduh menyalahgunakan anak-anak pada tahun 2010 dan dihukum oleh Vatikan. Namun hukuman bukan diberikan oleh pemerintah negara Chile.
(aik/elz/dtc)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan