NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Teror Bom di KFC Luwuk, Aktifitas Warga Normal

Sabtu, 13 /01/ 2018 12:58:22 4854 Pembaca  

 Penyedia makanan siap saji, KFC Luwuk di Jalan Jenderal Sudirman menjadi sasaran teror bom oleh seorang pria tak dikenal, Jumat (12/1/2018). (Foto: Istimewa)
Penyedia makanan siap saji, KFC Luwuk di Jalan Jenderal Sudirman menjadi sasaran teror bom oleh seorang pria tak dikenal, Jumat (12/1/2018). (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Luwuk -- Penyedia makanan siap saji, KFC Luwuk di Jalan Jenderal Sudirman menjadi sasaran teror bom oleh seorang pria tak dikenal, Jumat (12/1/2018).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mulanya seorang pria tak dikenal dengan usia perkiraan 40 tahun mendatangi KFC Luwuk pada pukul 10.30 Wita dengan membawa koper hitam.

Pria tersebut kemudian meletakkan koper di samping kiri pintu teras KFC, kemudian masuk ke dalam. Hendra, 19 tahun, salah satu karyawan melihat hal itu sebagai hal biasa dan terus bekerja membersihkan meja.

Siang hari sekira pukul 12.30 Wita, saat si pria tak lagi terlihat di KFC, Hendra masih melihat koper hitam terpajang di tempat yang sama. Ia mulai curiga.

Sampai pada pukul 22.00 Wita, koper hitam belum juga bergeser dari posisi awal.

Hendra kemudian menyampaikan kejadian itu ke Sarjan, Manager KFC yang kemudian bersama-sama ke SPKT Polres Banggai untuk melaporkan kecurigaan tersebut. Atas laporan kedua karyawan KFC itu, Kabag Ops Kompol DJ Darise bersama Kasat Intel Iptu Usman dan Kasat Binmas AKP Zainuddin mendatangi TKP untuk identifikasi awal, kemudian memasang police line.

"Setelah itu saya laporkan ke Kapolres dan diberi petunjuk untuk menyurat ke Polda. Dasar surat itu, Kapolda kemudian memerintahkan tim Jibom," kata Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno SIk, melalui Kabag Ops Kompol DJ Darise, Sabtu (13/1/2018) saat ditemui di lokasi temuan dugaan bom.

Informasinya, tim Jibom dari Brimob Poso dalam perjalanan menuju Luwuk. "Diperkirakan sore mereka tiba di Luwuk," terang Darise.

Mantan Kabag Ops Polres Bangkep ini menjelaskan bahwa pihaknya tetap akan menjalankan protap atas laporan dugaan bom tersebut. Police line, baru akan dibuka setelah tim jibom memastikan apakah koper hitam yang menggegerkan itu bom atau bukan.

Aktifitas kota Luwuk sendiri tetap kondusif, jalan depan KFC masih ramain dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Hanya saja, mereka dilarang berhenti dan melihat lokasi kejadian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Beberapa karyawan KFC terlihat di lokasi kejadian, namun tidak melakukan aktifitas apapun. Tak terlihat kepanikan di raut wajah sejumlah karyawan.

Sementara itu, beberapa tokoh masyarakat yang sempat mengetahui kejadian ini menyayangkan KFC Luwuk yang ternyata tidak memiliki kamera pengawas berupa CCTV.  "Perusahaan internasional begini masak tidak ada CCTV, kalo ada kan bisa ketahuan cepat siapa pemilik tas itu," kata pria bongsor dengan kepala plontos yg enggan menyebutkan nama itu.

Tidak adanya CCTV juga diamini salah satu karyawan yang ada saat itu. Ia mengaku, CCTV baru akan dipasang pimpinannya bulan ini.(van)

BACA : Tim Jibom Ledakkan Tas Koper Mencurigakan di KFC Luiwuk

 

Komentar

#HEADLINE

Maruarar Sirait Minta Maaf Tak Undang Anies ke Podium Persija
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan