NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Petani Batui Selatan Blokir Akses Jalan PT Sawindo Cemerlang

REGIONAL Jum'at, 12 /01/ 2018 14:32:10 1057 Pembaca  

Petani desa Sukamaju I Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, yang tergabung dalam Kelompok Tani “Maju Jaya” telah menutup empat ruas jalan desa yang digunakan sebagai jalan kantong produksi pertanian.
Petani desa Sukamaju I Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, yang tergabung dalam Kelompok Tani “Maju Jaya” telah menutup empat ruas jalan desa yang digunakan sebagai jalan kantong produksi pertanian.

Transsulawesi.com, Batan -- Petani Desa Sukamaju I Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, yang tergabung dalam Kelompok Tani “Maju Jaya” telah menutup empat ruas jalan desa yang digunakan sebagai jalan kantong produksi pertanian.

Penutupan jalan ini merupakan aksi protes petani di Kecmataan Batui Selatan terhadap PT Sawindo Cemerlang yang di duga menggusur lahan-lahan masyarakat secara sepihak. Tidak hanya itu, para petani pemilik lahan  mempertanyakan kejelasaan kebun plasma namun sampai hari ini tidak pernah ada.

Akibat penutupan jalan tersebut, jalan yang biasa digunakan oleh PT Sawindo Cemerlang untuk mengangkut hasil panen buah sawit segar terpaksa tidak bisa dilewati untuk sementara waktu. Penutupan jalan ini telah berlangsung sejak hari Rabu (10/1/2018).

Menurut ketua kelompok tani "Maju Jaya " Wuryanto, berbagai upaya telah dilakukan oleh petani untuk mendapatkan lahannya kembali, mulai dari mempertanyakan lagi kepada pihak perusahaan, mengadukan kepada pemeritah desa, kecamatan sampai kepada pemerintah daerah kabupaten banggai namun tidak ada titik terang yang didapatkan oleh petani.

"Kami sudah berkali-kali dialog dengan pemerintah dan juga perusahaan namun tidak ada hasil" demikian Wuryanto.

Karena tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah makan kami mengambil inisatif untuk menutup jalan, lagi pula jalan- jalan yang kami tutup adalah jalan milik desa bukan milik perusahaan, lanjut Wuryanto.

Budi dari Walhi Sulteng mengatakan bahwa  dalam undang-undang baik Undang-undang Nomor 18 tahun 2004 yang kemudian diubah menjadi undang-undang Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan telah mengamanatkan bahwa pihak perusahaan berkewajiban membangun kebun milik masyarakat namun di kecamatan batui dan Batui Selatan tempat beraktifitas PT Sawindo Cemerlang anak perusahaan Kencana Agri yang terjadi justru sebaliknya, kebun milik masyarakat tidak pernah dibangun, artinya pihak PT Sawindo Cemerlang telah melakukan tindakan melawan hukum.

Walhi juga Mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai untuk melindungi petani dalam memepertahankan wilayah kelolanya dan memastikan ketersedian lahan-lahan untuk petani sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang Nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Peraturan Daerah  Kabupaten Banggai Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

(Mhr)

 


 

#HEADLINE

Kuasa Hukum Ny. Berkah Al Bakar Minta Eksekusi di Tanjung Dilanjutkan
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan