NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Istri Wakil Wali Kota Gorontalo Terciduk Konsumsi Sabu

Rabu, 03 /01/ 2018 23:52:56 9948 Pembaca  

Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Oneng Subroto (kedua kanan) saat memberikan keterangan terkait penangkapan SD, istri wakil wali kota Gorontalo yang tertangkap saat mengonsumsi narkotika.(KOMPAS.com/ROSYID AZHAR)
Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Oneng Subroto (kedua kanan) saat memberikan keterangan terkait penangkapan SD, istri wakil wali kota Gorontalo yang tertangkap saat mengonsumsi narkotika.(KOMPAS.com/ROSYID AZHAR)

Transsulawesi.com, Gorontalo - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo menangkap seorang wanita berinisial SD, yang merupakan istri Wakil Wali Kota Gorontalo Charles Budi Doku.

Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Polisi Oneng Subroto memastikan penangkapan itu terkait penyalahgunaan atau memakai narkoba.

"Pada hari Selasa, 2 Januari 2018, pukul 22.00 wita atau malam hari, BNNP melakukan penangkapan di Jalan Cokroaminoto, Kota Gorontalo usai menerima laporan warga," kata Brigjen Oneng, Rabu (3/1).

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa alat hisap sabu-sabu atau bong, serta paket kecil kristal yang diduga sabu-sabu.

SD sendiri ditangkap bersama rekannya LM saat sedang mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Usai ditangkap, keduanya langsung melakukan pemeriksaan tes urine. Hasil tes urine menyatakan, istri wakil wali kota Gorontalo tersebut positif mengandung metamfetamin.

"Saat ini status keduanya masih terperiksa, kami juga belum melakukan pemeriksaan lanjutan karena melihat kondisi dari keduanya yang masih shock," kata Brigjen Oneng Subroto, Rabu (3/1/2018).   

Bahkan, sambung Oneng, saat diperiksa penyidik BNNP, SD pingsan tiga kali. "Keduanya masih shock dan belum ditahan," ungkap dia.

Ia menegaskan bahwa barang bukti yang ditemukan masih akan diuji laboratorium di Balai POM karena jumlahnya yang sedikit dan jika memang terbukti adalah narkoba, maka sudah dipastikan status mereka akan menjadi tersangka.

Sementara itu, Salahudin Pakaya, pengacara SD mengatakan, kondisi kliennya saat ini stabil dan sehat. "Kita harus menghormati proses hukum. Biarkan penyidik dari BNNP bekerja. Kami sebagai kuasa hukum bekerja melakukan pembelaan kepada yang bersangkutan," ucapnya.

(RN)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan