NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Perkawinan dini di Sulteng, Paling banyak terjadi di Banggai Laut

Rabu, 03 /01/ 2018 15:41:42 8151 Pembaca  

ilustrasi pernikahan dini
ilustrasi pernikahan dini

Transsulawesi.com, Luwuk - Sampai akhir 2017 Dinas Pemberdayaan Anak Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, provinsi ini berada di peringkat ketiga Perkawinan Anak Usia Dini terbanyak di Indonesia.

"Berdasarkan penelitian BKKBN tahun 2015, perkawinan anak di Sulteng, sudah mencapai 31,91 persen," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, Sitti Norma Mardjanu, Jumat, 22 Desember 2017.

Dari data Susenas 2015, perkawinan dini paling banyak terjadi di Kabupaten Banggai Laut, dengan persentase sebesar 15,83 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Banggai Kepulauan 15,73 persen, Kabupaten Sigi 13,77 persen. Lalu, Kabupaten Tojo Una-una 12,84 persen, dan Kota Palu 6,90 persen.

"Kalau data BPS (Badan Pusat Statistik) Sulteng tahun 2016, penyumbang tertinggi angka perkawinan anak usia dini di Sulawesi Tengah adalah Kabupaten Tojo Una-una sebesar 23 persen dan Parigi Montong sebesar 22 persen," ucapnya.

Siti menambahkan, anak berumur 15-19 tahun di Sulteng yang kawin dan pernah kawin jauh lebih tinggi di pedesaan sebesar 7,99 persen dibanding perkotaan yang hanya 3,09 persen.

"Kami telah mendeklarasikan Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak di Halaman Kantor Gubernur Sulteng pada 15 Desember 2017 lalu," tuturnya.

Deklarasi Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak diluncurkan pertama kali oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembesi, pada 3 November 2017 di Jakarta.

Sementara Asisten Deputi Pengasuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Deputi Bidang Tumbuh Kembang KPPPA, Rohika Kuniadi Sari mengatakan, berdasarkan data UNICEF, Indonesia menempati urutan ke-7 tertinggi di dunia. Sedangkan di ASEAN, berada di urutan 2 kasus perkawinan anak.

"Perkawinan anak merupakan bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap anak, serta pelanggaran terhadap hak anak, khususnya hak untuk menikmati kualitas hidup yang baik dan sehat, serta hak untuk tumbuh dan berkembang sesuai usianya," tuturnya.

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan