NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

DSLNG Berhasil Melepasliarkan Puluhan Anakan Maleo

Advertorial Rabu, 03 /01/ 2018 10:29:16 1697 Pembaca  

PT Donggi-Senoro LNG kembali melepasliarkan 10 ekor anakan Maleo di Suaka Marga Satwa Bangkiriang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Rabu (20/12/2017).
PT Donggi-Senoro LNG kembali melepasliarkan 10 ekor anakan Maleo di Suaka Marga Satwa Bangkiriang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Rabu (20/12/2017).

Transsulawesi, Banggai -- PT Donggi-Senoro LNG kembali melepasliarkan 10 ekor anakan Maleo di Suaka Marga Satwa Bangkiriang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Rabu (20/12/2017).

Anakan maleo tersebut merupakan hasil penetasan di fasilitas konservasi Maleo Center di Kilang LNG Donggi Senoro  yang bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah.

Sebelumnya DSLNG juga melepasliarkan sebanyak 17 ekor anak burung Maleo ke habitat aslinya di Suaka Margasatwa Bangkiriang, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (6/8/2017).

Operation Manager DSLNG Helfia M Chalis mengatakan bahwa pelepasliaran burung Maleo merupakan komitmen kepedulian perusahaan terhadap kelestarian burung endemik Sulawesi Tengah itu yang kini kian terancam populasinya.

“Pelestarian Maleo ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam mendukung  program pemerintah untuk melestarikan salah satu satwa langka di Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya, terutama kepada Pemerintah Kabupaten Banggai,  Dirjen Konservasi dan Keanekaragaman Hayati dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Atas upaya tersebut DSLNG berhasil mempertahankan peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penilaian PROPER dilakukan secara rutin untuk mendorong perusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan yang baik dan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat dalam aktivitas operasinya.

Pada tahun 2013, DSLNG juga melepasliarkan sebanyak 13 ekor burung Maleo kehabitat aslinya. Konservasi ex situ Maleo ini menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia. Dengan begitu, DSLNG telah berhasil melepasliarkan sekitar 40 ekor anakan burung Maleo ke habitat aslinya.

I Nyoman Ardika, pejabat Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPKH) Bangkiriang mengatakan kepedulian perusahaan dengan melakukan pelepasliaran burung maleo adalah upaya untuk menjaga populasi Burung Maleo. Nyoman mengucapkan terimakasih kepada perusahaan DSLNG dimana telah berupaya menjaga kelestarian burung Maleo.

"Dengan upaya-upaya ini, burung maleo yang menjadi satwa terancam punah dan dilindungi ini tidak akan samai punah bahkan akan berkembang lebih banyak lagi di masa mendatang," tuturnya.

Menurut salah satu petugas KPKH, Muhammad Irsal mengatakan bahwa populasi maleo pada area suaka Margasatwa Bangkiriang dengan luas 12.500 ha masih ada 30 sampai 40 pasang burung Maleo. Populasi Burung Maleo kian terancam punah jika tidak segera di tangani dengan serius.

(Mhr)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan