NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

Belasan Tewas saat Demo, KBRI Teheran Imbau WNI Waspada

Selasa, 02 /01/ 2018 16:30:08 6621 Pembaca  

Demonstrasi di Iran membuat KBRI mengeluarkan imbauan waspada bagi seluruh WNI di negara tersebut. (AFP PHOTO/STR)
Demonstrasi di Iran membuat KBRI mengeluarkan imbauan waspada bagi seluruh WNI di negara tersebut. (AFP PHOTO/STR)

Transsulawesi.com, Teheran - Kedutaan Besar RI untuk Iran di Teheran mengimbau seluruh warga Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul aksi protes besar-besaran yang telah menewaskan 13 orang dalam beberapa hari terakhir.

"Sehubungan dengan meningkatnya aksi massa di Teheran dan berbagi kota di Iran lainnya, disampaikan kepada seluruh masyarakat dan diaspora Indonesia untuk menghindari kerumunan massa yang menganggu ketertiban dan keamanan umum," papar KBRI Teheran melalui Twitter, Selasa (2/1).

Dalam pernyataannya, KBRI Teheran juga mengimbau warga Indonesia selalu membawa identitas diri seperti paspor dan lainnya untuk mengantisipasi razia aparat di tempat-tempat umum.

KBRI Teheran juga meminta para WNI untuk selalu menjaga komunikasi antara sesama diaspora RI di Iran, khususnya dalam situasi genting, guna memastikan keselamatan.

Sampai saat ini, menurut data Kementerian Luar Negeri RI, ada sekitar 295 WNI yang tinggal di negara Timur Tengah tersebut. 

 

Iran kembali dihadapkan demonstrasi besar-besaran sejak Kamis lalu, ketika ribuan massa di sejumlah kota seperti Teheran, Kermansyah, Sari, dan Rasht, turun ke jalan memprotes kenaikan harga dan dugaan korupsi yang meluas di Iran.

Para pengunjuk rasa juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait keterlibatan Iran dalam konflik di Timur Tengah, seperti di Suriah dan Irak.

Menurut sejumlah pejabat, ratusan orang telah ditangkap dalam protes yang berujung bentrokan antara pedemo dan aparat di beberapa wilayah.

Seorang polisi dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka setelah ditembak seorang pemrotes di Najaf Abad saat demo berlangsung. Beberapa fasilitas publik pun ikut rusak dalam aksi tersebut.

Demonstrasi ini menjadi yang terbesar sejak Revolusi Hijau pada 2009 lalu, menentang rezim Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Presiden Hassan Rouhani telah mengimbau warga untuk tenang. Dia juga mengatakan warga Iran berhak mengkritik pemerintah, namun tetap mengingatkan bahwa pelaku kerusuhan akan tetap ditindak secara tegas.

(aal)

/CNN Indonesia

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan