NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

EKONOMI

Perayaan Sambut Tahun, pedagang terompet dan petasan mengeluh pendapatan menurun

Senin, 01 /01/ 2018 11:11:17 1925 Pembaca  

Pedagang Terompet dan Petasan Menjamur, Pembeli Berkurang
Pedagang Terompet dan Petasan Menjamur, Pembeli Berkurang

Transsulawesi.com, Luwuk - Pedagang terompet dan kembang api mengeluhkan rendahnya pendapatan mereka pada perayaan malam Tahun Baru 2018. Beberapa pedagang yang dijumpai Transsulawesi.com mengakui memang ada penurunan pemasukan jelang malam tahun baru kali ini.

Salah satu pedagang terompet, Nurlina mengatakan jika pada tahun 2017 kemarin, penghasilan penjualan selama setengah hari (pagi sampai sore) bisa mencapai Rp 2,5 juta. Namun, kali ini pembeli cenderung sepi.

"Sudah sepekan buka. Tapi hasilnya sampai tadi malam (31/12/2017) sangat dibawah. Berbeda tahun kemarin," ungkapnya kepada Transsulawesi.com, di Pasar Simpong, Luwuk, Banggai, Sulteng. Minggu (31/12).

Terompet-terompet yang dijual perempuan asal Cilacap ini bervariasi harganya, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 40.000. Dia mengaku tidak menaikkan harga terompet yang dia jual. Ada pun modal yang dia keluarkan sebesar Rp 5,5 juta.

"Harganya sama saja dengan yang tahun kemarin. Modal Rp 5,5 juta. Bawa dari jawa. Namun, hasilnya hampir tidak kembali," kata dia.

Sementara itu, suaminya, Joko (48) yang mencoba mencari keuntungan diwilayah kecamatan juga mengeluhkan turunnya omzet yang dia dapat pada tahun ini. Pria yang mengaku sudah menjual kembang api sejak 2 pekan sebelum Perayaan Tahun baru ini mengatakan tak banyak pembeli yang datang dan membeli dagangannya.

"Lebih ramai yang tahun baru kemarin. Kali ini sepi. Belum ada (pembeli). Kalau dulu kita modal Rp. 3 juta. Lihat saja sisa barang belum seperempatnya yang laku terjual," tandas Joko.

(IRF)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan