NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Dinkes Palu cegah difteri lewat imunisasi

Metro Sulawesi Sabtu, 30 /12/ 2017 02:17:10 1608 Pembaca  

Seorang siswa kelas 1 mendapatkan suntikan imunisasi Difteri Tenanus (DT) dan Tetanus difteri (Td) di SDN Torongrejo II, Temas, Batu, Jawa Timur, (14/11). TEMPO/Aris Novia Hidayat
Seorang siswa kelas 1 mendapatkan suntikan imunisasi Difteri Tenanus (DT) dan Tetanus difteri (Td) di SDN Torongrejo II, Temas, Batu, Jawa Timur, (14/11). TEMPO/Aris Novia Hidayat

Transsulawesi.com, Palu - Dinas Kesehatan Kota Palu, Sulawesi Tengah melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit difteri dengan cara imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Royke Abraham di Palu, Kamis, mengatakan imunisasi merupakan langkah efektif untuk mencegah penyakit menular tersebut.

Difteri merupakan penyakit yang menular melalui bakteri corynebacterium diphteriae sehingga mengancam kesehatan manusia bahkan jika terlalu parah dapat merenggut nyawa penderitanya.

"Pencegahan sangat efektif dengan cara imunisasi, langkah ini jauh lebih baik dari pada mengobati," kata Royke.

Saat ini, Dinkes Kota Palu telah memprogramkan setiap tenaga medis yang berada di Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat maupun Rumah Sakit dilakukan imunisasi, sehingga daya tahan tubuh mereka kuat ketika sedang menangani pasien yang menderita penyakit difteri.

"Semua unit pelayanan kesehatan di Palu diimunisasi, hal ini dimaksudkan untuk mencegah tertularnya penyakit tersebut," kata Royke.

Selain imunisasi tenaga medis, pihaknya ke depan juga melakukan imunisasi terhadap balita, sebab penyakit ini rentan menyerang anak-anak.

"Jadi, imunisasi itu dilakukan mulai dari umur 0 sampai 19 tahun," tambahnya.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan bahwa setiap balita dan anak-anak di daerah masing-masing harus mendapat imunisasi.

Pemerintah Kota Palu telah menargetkan imunisasi di atas angka 90 persen.

"Tahun depan kami akan menggenjot agar target itu bisa tercapai. Ke depan kami juga akan bekerja sama dengan pihak sekolah agar siswa harus mendapat imunisasi termasuk Puskesmas dan rumah sakit," ujarnya.

Selain itu, kata Royke, Dinas Kesehatan akan menyediakan dana kontigensi digunakan untuk membeli anti difteri serum lengkap dengan faksin anti biotik.

"Anti difteri serum ini akan kami sediakan di Puskesmas dan rumah sakit untuk masyarakat yang tertular bakteri corynebacterium diphteriae," katanya.   

Antarasulteng.com


 

#HEADLINE

Breaking News: Sejumlah Rumah Warga di Bunta Diterjang Gelombang Laut
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan