NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Publika

Kaleidoskop Rekam Hukum dan Kriminal 2017

Jum'at, 29 /12/ 2017 22:31:43 6893 Pembaca  


Transsulawesi.com - Tahun 2017 sejumlah persoalan yang menyita perhatian publik juga terjadi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, bahkan beberapa diantaranya menghangat menjadi isu nasional.

Belum lagi ditambah sejumlah pengisahan yang menyertai kejadian tersebut. Transsulawesi.com mencoba merangkum kaleidoskop Hukum dan Kriminal dalam kurun Tahun 2017 . Berikut secara garis besar.

Perang Narkoba

Mengawali Tahun 2017, pada 14 Januari genderang perang Narkoba dikencangkan pihak Lapas II B Banggai yang bekerja sama dengan kepolisian Resor Banggai. Sejak kepala Lapas II B dijabat Prayogi peredaran narkoba mulai terungkap, setidaknya ditahun 2017 Polres Banggai mencokok para Napi yang menjadi bandar narkoba. Bahkan pesta sabu sempat terungkap pula.

Namun demikian peredaran narkoba masih terus marak, sejumlah oknum yang sangat dikenal publik pun ikut tersangkut dalam kasus penyalahgunaan narkoba (sabu sabu). Mulai dari sopir pribadi bupati hingga oknum lurah juga terjaring dalam perang narkoba tersebut.

Pemalsuan KTP

Awal semester 2017, perhatian publik juga menyoroti maraknya pemalsuan identitas diri, yang paling banyak dilakukan adalah scan KTP dengan merubah nama serta domisili. Ini banyak dilkukan ketika proyek Banggai Amoniac Plant membuka lamaran pekerjaan. Setidaknya ada ratusan orang yang berasal dari luar daerah berusaha memanipulasi identitas mereka agar dianggap sebagai warga setempat sehingga bisa memiliki kesempatan bekerja.

Kasus Lama

Ditahun 2017 ini pula  sejumlah kasus lama yang terkait dengan tindak pidana korupsi dan gratifikasi mencuat kembali kepermukaan.  Walhasil penahanan hingga sidang pra peradilan kembali ramai. Akhirnya sejumlah oknum PNS, mulai staf sampai kepala OPD serta (pejabat) Sekkab kala itu sempat merasakan dinginnya hotel prodeo.

Penggusuran Tanjungsari

Tak berselang lama, melewati triwulan pertama 2017, publik kembali menyoroti eksekusi dengan penggusuran paksa pada warga Tanjung Sari kelurahan Karaton. Dalam peristiwa itu ratusan KK dan ribuan jiwa mesti kehilangan tempat tinggal mereka. Bahkan tak sedikit dari anak korban penggusuran putus sekolah dan kuliah. Kini kondisi ini masih dirasakan, sebagian besar warga Tanjung mulai membangun rumah rumah mereka diatas puing puing reruntuhan penggusuran.

Musibah Mobil Rental dan Bus Mitra Touna

Aliran deras air hujan dan luapan sungai di Desa Huhak, Kecamatan Bunta tak terbendung pasca hujan deras yang mengguyur Kabupaten Banggai, Minggu (4/6/17) dinihari. Derasnya aliran air yang meluap ke jalan membuat dua mobil langsung terseret arus banjir.

Salah satu dari dua (mobil) yang mengalami peristiwa nahas itu, minibus milik biro perjalanan Mitra Touna/Putra Touna. Dan satu korban tidak ditemukan hingga saat ini

Lakalantas Mobnas Pemda Banggai

Dari sekian banyak kasus kecelakaan lalu lintas, ada beberapa kasus diantaranya melibatkan mobil Pemda Banggai, mulai tabrakan maut Mobil DN 1 C milik Bupati Banggai, Terbaliknya plat merah milik salah satu OPD hingga mobil operasional rumah jabatan (Bupati) yang manabrak pengguna jalan.

Insiden yang melibatkan mobil rakyat ini diketauhi juga memakan korban jiwa dan cacat. Dan yang terakhir menambah daftar panjang Laka mobil plat merah adalah tabrakan antara Mobil Dinas Camat Toili berpelat DN 347 R kontra Hillux Pick Up.

Pencabulan

Dalam catatan pula, Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banggai di Tahun 2017 menangani kasus pencabulan yang menimpa sejumlah anak sekolah dasar di Kota Luwuk.

Kasus pencabulan yang baru mencuat setelah salah satu korban yang masih berusia 8 tahun datang bersama orang tuanya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banggai pada Rabu (2/8/2017).

Hebohnya, tersangka merupakan suami dari kepala sekolah dasar tempat para korban menimba ilmu.

Konflik Horizontal

Konflik horizontal di Luwuk menjadi catatan paling kelam selama 2017. Berawal dari penganiayaan yang menyebabkan pegawai magang Damkar Kabupaten Banggai, kemudian berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Penganiayaan yang terjadi pada Selasa 22, Agustus itu sekitar pukul 01.30 Wita lalu itu menyebabkan korban meninggal dunia. Diduga pelaku dari suku yang berbeda. Pihak keluarga tak terima sehingga terjadi bentrokan antar kedua suku.

Pada Rabu (23/8), polisi menangkap terduga pelaku. Namun ketegangan antar kedua suku tampaknya belum mereda.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Polda Sulteng kemudian menggelar dialog kebangsaan untuk mencari solusi atas kondisi ini. Semua komponen pemerintahan dan masyarakat diajak bergabung dalam diskusi itu.

Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Banggai dengan dihadiri Wakapolda Sulteng, Kasrem 132, dengan peserta rapat antara lain Forkominda Kabupaten Banggai, anggota DPRD Banggai, tokoh masyarakat masing masing suku yang di Kabupaten Banggai, perwakilan dua suku yang berkonflik, perwakilan media cetak, dan lain-lain.

 

(SYF)

 

Komentar

#HEADLINE

Uniknya Proses Penyelamatan Hiu Tutul di Sombori
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan