NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Penderita Jantung di Luwuk Cemas Jelang Tahun Baru

REGIONAL Jum'at, 29 /12/ 2017 18:47:40 1877 Pembaca  

ilustrasi penjualan petasan
ilustrasi penjualan petasan

Transsulawesi.com, Luwuk - Para ibu yang memiliki riwayat penyakit jantung di Kota Luwuk merasa galau jelang pergantian tahun. Mereka terancam dengan dentuman petasan. 

Ratna (53), Keluarahan Jole, Kecamatan Luwuk , Banggai, Sulawesi Tengah kerap merasa terganggu setiap jelang pergantian tahun, mengingat suara dentuman petasan sering membuatnya berkeringat dingin.

"Pokoknya tiap malam akhir tahun, saya stres dengar suara petasan. Biasa saya sampai keringat dingin karena kaget," katanya kepada transsulawesi.com, Jumat (29/12/2017).

Seharusnya, kata Ratna, aparat bertindak tegas terhadap penjualan bebas petasan yang terang-terangan berjualan di beberapa ruas jalan protokol maupun dikios kios di Luwuk .

"Semoga malam tahun baru nanti (31/12) tidak sampai separah tahun tahun sebelumnya," terang Ratna.

Ia berharap Kapolres Banggai, AKBP Heru Pramukarno SIK  tegas dalam mengintruksikan jajarannya untuk menindaki penjualan bebas petasan yang sangat mengancam nyawa warga yang memiliki riwayat penyakit jantung.

" Karena warga seperti saya ini yang paling terancam jika petasan berbunyi. Suaranya yang membuat jantung kami berdetak kencang dan akhirnya bisa setop," ujar Ratna, yang sudah lama menderita sakit jantung tersebut.

 Hal senada juga diungkapkan Rusdin (49), seorang warga KM 1, Luwuk. Setiap detik-detik malam pergantian tahun, ia memilih berkeliling ke tempat yang tidak bising demi menghindari suara petasan yang diledakkan oleh kalangan remaja di area rumahnya.

"Malam pergantian tahun semua orang pasti rayakan. Tapi saya yang punya riwayat sakit jantung justru sebaliknya. Karena suara petasan yang besar dan tak henti-henti diledakkan," ungkap Rusdin.

Karena kecemasan tingkat tinggi itu, Rusdin pun tak luput terus berdoa dengan harapan agar malam tahun baru kali ini hujan turun. Dengan begitu, diakuinya, remaja tak lagi ada yang berkumpul dan meledakkan petasan dalam menyambut pergantian tahun kali ini.

"Semoga pak polisi paham dengan kami. Ingat akan kitorang (kami) yang punya riwayat penyakit jantung dari suara petasan," harap Rusdin.

(SYF)


 

#HEADLINE

Soal Utang Nyaris Rp 4.000 T, Ekonom: Harus Dorong Produktivitas
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan