NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Advertorial

Komitmen DSLNG Menjaga Kelestarian Burung Maleo

Rabu, 27 /12/ 2017 12:48:24 10657 Pembaca  

PT Donggi Senoro Lng (DSLNG) melepasliarkan sebanyak 17 ekor anak burung Maleo ke habitat aslinya di Suaka Margasatwa Bangkiriang, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (6/8/2017).
PT Donggi Senoro Lng (DSLNG) melepasliarkan sebanyak 17 ekor anak burung Maleo ke habitat aslinya di Suaka Margasatwa Bangkiriang, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (6/8/2017).

Transsulawesi.com, Banggai -- PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) berhasil mempertahankan peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor Sk.696/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2017 tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2016-2017 tertanggal 15 Desember 2017.

Dalam upaya bentuk kepeduliannya PT Donggi Senoro Lng (DSLNG) melepasliarkan sebanyak 17 ekor anak burung Maleo ke habitat aslinya di Suaka Margasatwa Bangkiriang, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (6/8/2017). Pelepasliaran burung Maleo merupakan komitmen kepedulian perusahaan terhadap kelestarian burung endemik Sulawesi Tengah itu yang kini kian terancam populasinya.

Penilaian PROPER dilakukan secara rutin untuk mendorong perusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan yang baik dan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat dalam aktivitas operasinya.

“Kami bersyukur dan berterimakasih atas dukungan semua pihak,peringkat ini menunjukkan komitmen perusahaan yang tinggi dalam Kebijakan Mutu, Kesehatan,Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup,” ujar Direktur Urusan Korporasi PT Donggi-Senoro LNG Aditya Mandala, Kamis (21/12).

Sebelumnya pada tahun 2013, DSLNG juga melepasliarkan sebanyak 13 ekor burung Maleo kehabitat aslinya. Konservasi ex situ Maleo ini menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia. Fasilitas konservasi ex situ yang berada di sekitar lokasi Kilang LNG Donggi Senoro dilengkapi dengan inkubator penetasan dan area pemeliharaan sementara, hingga anakan Maleo siap untuk dilepasliarkan ke habitat asli.

I Nyoman Ardika, pejabat Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPKH) Bangkiriang mengatakan kepedulian perusahaan dengan melakukan pelepasliaran burung maleo adalah upaya untuk menjaga populasi Burung Maleo. Nyoman mengucapkan terimakasih kepada perusahaan DSLNG dimana telah berupaya menjaga kelestarian burung Maleo.

"Dengan upaya-upaya ini, burung maleo yang menjadi satwa terancam punah dan dilindungi ini tidak akan samai punah bahkan akan berkembang lebih banyak lagi di masa mendatang," tuturnya.

Menurut salah satu petugas KPKH, Muhammad Irsal mengatakan bahwa populasi maleo pada area suaka Margasatwa Bangkiriang dengan luas 12.500 ha masih ada 30 sampai 40 pasang burung Maleo. Populasi Burung Maleo kian terancam punah jika tidak segera di tangani dengan serius.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan