NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

NEWS MAKER

Ustadz Abdul Somad Ditolak Masuk Hong Kong

Senin, 25 /12/ 2017 02:13:45 2269 Pembaca  


Transsulawesi.com, Jakarta - Perlakuan tidak menyenangkan dialami Ustadz Abdul Somad saat akan memenuhi undangan warga negera Indonesia (WNI) untuk menyampaikan ceramah di Hong Kong. Setibanya di Bandara Internasional Hong Kong, Sabtu (23/12/2017), Ustadz Somad dihadang oleh petugas. Ia bahkan “dideportasi” oleh petugas begitu tiba di bandara.

“Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah, saya, Suadara Dayat dan Saudara Nawir,” kata Ustadz Somad seperti dikutip transsulawesi.com melalui fanspage akun Facebooknya, Minggu (24/12/2017).

Dalam Facebook-nya, Ustadz Somad mengklarifikasi perihal penolakan pihak bandara Hong Kong kepadanya. Ia menjelaskan, petugas bandara sempat bertanya mengenai identitas, pekerjaan, pendidikan, dan keterkaitannya dengan ormas dan politik.

“Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta,” katanya.

Berikut klarifikasi lengkap Ustadz Somad melalui fanspage Facebook-nya:

1. Saya sampai di Hongkong pukul 15.00 WIB (jam tangan belum saya rubah).

2. Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah; saya, Sdr. Dayat dan Sdr. Nawir.

3. Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang ada. Diantara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab.

4. Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya.

5. Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta.

6. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua.

7. Kepada sahabat-sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan da'wah.

8. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hongkong.

9. Semoga tulisan singkat ini mampu menjadi klarifikasi.

6 Rabiul Akhir 1439

24 Desember 2017

Abdul Somad

(AL)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan