NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Berhasil di Evakuasi Setelah Terombang-ambing 30 Jam di Laut Kabaena

Metro Sulawesi Kamis, 21 /12/ 2017 01:50:25 546 Pembaca  

Proses penyelamatan tiga awak kapal yang terombang-ambing di laut berlangsung dramatis karena petugas SAR terhalang badai. FOTO. Istimewa
Proses penyelamatan tiga awak kapal yang terombang-ambing di laut berlangsung dramatis karena petugas SAR terhalang badai. FOTO. Istimewa

Transsulawesi.com, Kendari – KM Nursinta GT06 berhasil dievakuasi setelah terombang-ambing selama 30 jam di Laut Kabaena. Kapal itu sebelumnya mengalami mati mesin hingga akhirnya hilang komunikasi.

Informasi yang dirangkum transsulawesi.com, KM Nursinta GT06 mengalami mati mesin pada Senin siang, 18 Desember 2017, sekitar pukul 11.00 Wita. Hal itu diketauhi setelah salah satu awak sempat berkomunikasi dengan warga.

Kabar itu kemudian diterima petugas SAR Kendari dari seorang warga di Wakatobi. Informasi yang didapat memetakan kapal tersebut berada pada koordinat 05 42' 33'S-121 53' 58'E atau sekitar 14 mil laut di sebelah selatan Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana.

Belum juga sempat diselamatkan, petugas SAR kehilangan jejak. Penyelamatan kapal beserta awaknya oleh petugas SAR itu terhambat oleh badai hebat.

"Tinggi ombak mencapai tiga sampai empat meter, sementara kami memakai perahu Rigid Inflatable Boat (RIB) berukuran kecil, kami mundur dulu mencari perlindungan dari badai," ujar Kepala Kantor SAR Kendari, Djunaidi, Selasa, 9 Desember 2017.

Hingga Senin malam, anggota SAR masih belum juga menemukan kapal itu. Kurang lebih 30 jam sejak dilaporkan hilang, kapal pengangkut barang bekas akhirnya ditemukan pada Selasa, 19 Desember 2017, pukul 17.30 Wita.

Lokasi penemuan berjarak 17 mil laut dari wilayah perairan Pulau Kadatua bagian utara, sekitar 60 mil laut dari lokasi mati mesin. Tiga awak kapal berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Ketiganya, La Aco (37) sebagai kapten kapal, serta dua ABK, Risno (25) dan La Ugu (30), ditemukan dalam keadaan lemah karena kurang tidur.

"Pos SAR Wakatobi juga memberikan bantuan, Selasa sekitar pukul 18.48 Wita, operasi pencarian kapal dinyatakan ditutup," ujar Humas SAR Kendari Wahyudi, Rabu (20/12/2017).

KM Nursinta GT06 diketauhi berlayar dari Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, menuju Pulau Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dengan bermuatan barang bekas asal Singapura.

(RN)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan