NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

REGIONAL

Warga Lamala yang Terserang Ngilu Sendi dan Diare Terus Bertambah

Selasa, 19 /12/ 2017 22:28:29 1129 Pembaca  

Ruang inap Puskesmas Tangeban tidak cukup menampung pasien, sehingga sejumlah pasien harus beralas tikar dilantai dengan infus terpasang. FOTO: Istimewa
Ruang inap Puskesmas Tangeban tidak cukup menampung pasien, sehingga sejumlah pasien harus beralas tikar dilantai dengan infus terpasang. FOTO: Istimewa

Transsulawesi.com, Lamala - Jumlah warga yang terserang penyakit dengan gejala ngilu persendian disertai BAB berat di Desa Lomba, Kecamatan Lamala, Banggai, Sulteng terus bertambah. Angka penderita dilaporkan sudah mencapai ratusan orang.

Dugaan sementara penyebab diare serta sakit pada persendian, dimungkinkan akibat keracunan makanan. Namun demikian, belum ada rilis resmi dari pihak terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai.

Hanya saja menurut warga setempat, gejala penyakit yang belum dapat disimpulkan ini terjadi secara massal oleh warga setempat usai mencicipi makanan pada pesta syukuran atas dilantiknya kepala desa yang baru terpilih, Yusnan Sengang.

BACA: Puluhan Warga Lamala Kabupaten Banggai Terserang Penyakit Aneh

“Rata rata yang sakit setelah pulang dari acara syukuran pelantikan kades, kebetulan saya tidak hadir sehingga tidak terjadi apa apa,” ujar salah IRT yang enggan disebutkan namanya.

Hanya saja kata dia, itu baru dugaan sementara.

“Cuma menduga duga, mengingat kejadian usai malam syukuran kemudian secara serentak warga langsung kena sakit perut,” ungkapnya.

Sementara itu kondisi pasien yang menjalani rawat inap di Puskesmas Tangeban berangsur berkurang setelah 11 diantaranya dinyatakan telah pulih, dan masih ada sekitar 20-an warga yang terus menjalani perawatan intensif berupa pemasangan infus karena kondisi tubuh yang melemah.

Sedangkan ratusan warga lainnya yang mengalami kondisi serupa, hingga malam ini tetap memilih bertahan dirumah mereka. Malah sebagaian dari mereka menolak untuk dipasangkan infus.

“ Ada banyak warga yang tidak mau di infus dan pilih tetap dirumah,” kata Sofyan Ladjatang, salah satu warga Desa Lomba, Selasa 19 Desember 2017.

Ia menambahkan, Semua penderita mengaku pusing, nyeri pada seluruh tulang dan persendian, serta diare. Keluhan yang paling utama adalah badan mereka sakit untuk digerakan.

“ Gejala yang dirasakan warga, pusing, tulang tulang ngilu serta diare (BAB Rutin) dan muntah muntah,” imbuh dia.

Dari informasi yang dirangkum transsulawesi.com, hingga berita ini diturunkan jumlah penderita dengan gejala yang sama sudah mencapai 140 orang. (sam/SYF)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan