NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Olah Raga

Legendarisnya Atlet Dayung Baubau Terima Penghargaan Menpora

Minggu, 17 /12/ 2017 01:18:48 2061 Pembaca  

Darwin (kiri), pendayung legendaris  Indonesia dari Buton bersama petinju legendaris Indonesia Elias Pikal.  Foto. Istimewa (transsulawesi.com)
Darwin (kiri), pendayung legendaris  Indonesia dari Buton bersama petinju legendaris Indonesia Elias Pikal. Foto. Istimewa (transsulawesi.com)

Transsulawesi.com, Baubau - Darwin veteran atlet dayung Indonesia asal Baubau tidak pernah menyangka jika pemerintah RI masih mengenang prestasinya pernah membawa harum nama Indonesia dalam cabang olah raga dayung hingga ke dunia Internasional.

Darwin, yang merupakan putra asli Buton, kelahiran Bone bone, 21 mei 1973 ini dianugerahi penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI atas prestasinya pada cabang olahraga dayung.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, di Jakarta, Kamis 14 Desember  2017.

Perjuangan panjang menjadi seorang atlet, sudah ditunjukan pria 44 Tahun ini sejak masih duduk dibangku kelas III SMP. Tak tanggung-tanggung beragam prestasi telah diraihnya, dari Sea Games 1991 di Filipina dengan mempersembahkan 4 medali emas, Sea Games 1993 di Singapura dengan 3 medali emas dan 1 perak, serta Sea Games 1995 di Thailand yang sukes mendulang 4 medali emas.

Sedikitnya 36 medali emas berhasil dipersembahkan anak pasangan dari pasangan La Ali dan Waziya ini. Dan ekspetasi terbaik dilakukan Darwin adalah pemegang rekor juara dunia dayung selama 6 kali berturut-turut.

Atas prestasinya itu, Darwin yang sehari-harinya bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Buton Tengah ini, pada tahun 1994 ia mendapatkan hadiah dari Pesiden Soeharto serta diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Kepegawaian Daerah Buton.

"Alhamdulillah, prestasi yang pernah saya torehkan mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Pada peringatan hari olahraha nasional (Haornas) 2016 di Surabaya saya mendapatkan hadiah rumah dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Dan tahun ini, (2017, red), dari Kemenpora saya mendapatkan penghargaan sebagai Legendaris Atlit Dayung Indonesia, dan ini sebagai hadiah di hari tua saya," ungkapnya kepada transsulawesi.com melalui pesan aplikasi (whatsapp), Jum'at (15/12).

Kini diumurnya yang masuk paruh abad itu, Darwin berharap para generasi muda bisa kembali mengulang ksuksesan para legend dalam mengukir prestasi di dunia olahraga. Mengingat animo menjadi atlet professional dikalangan muda sudah sangat minim.

"Saya sangat sayangkan generasi kita sekarang ini minim, dan tidak didukung dengan kemauan keras.  Istilahnya, belum latihan sudah nuntut uang saku, serta tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah pada dunia olahraga," urainya.

Namun demikian, ayah tiga anak ini menegaskan, dunia olahraga khususnya di Kota Baubau sangat membutuhkan  perhatian dari KONI, guna anggaran pembinaannya bisa tersalur dan terpakai secara benar.

"Sebesar apapun anggaran pembinaannya, KONI harus memperhatikan, karena itu digunakan untuk mengembangan dunia olahraga," tandasnya.

(Ds)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan