NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Internasional

2.500 Warga Palestina Turun ke Jalan, 40 Luka-Luka Ditembak Aparat Israel

Jum'at, 15 /12/ 2017 23:08:31 1310 Pembaca  

Aparat keamanan Israel bersiap melumpuhkan seorang pengunjuk rasa di Ramallah, Tepi Barat, Palestina (Foto: Goran Tomisevic/Reuters)
Aparat keamanan Israel bersiap melumpuhkan seorang pengunjuk rasa di Ramallah, Tepi Barat, Palestina (Foto: Goran Tomisevic/Reuters)

Transsulawesi.com, Palestina– Aksi unjuk rasa menentang pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus berlanjut. Tentara Israel terpaksa menembak 40 orang warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat dalam demonstrasi yang berlangsung pada siang waktu setempat.

Petugas polisi Israel di dekat Ramallah menuturkan, seorang pria ditembak setelah menikam satu orang rekannya. Berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku tengah terbaring di tanah sambil tetap menggenggam sebilah pisau serta mengenakan semacam sabuk bom.

Tim medis menerangkan, tiga orang warga Palestina luka-luka akibat tembakan petugas di Tepi Barat. Sementara itu, sekira 38 orang lainnya cedera di perbatasan antara Jalur Gaza dengan Israel.

Menurut keterangan militer Israel, sekira 2.500 orang ambil bagian dalam unjuk rasa di Tepi Barat. Para peserta melemparkan bom molotov dan batu ke arah tentara dan polisi perbatasan Israel. Militer Israel terpaksa mengambil langkah tegas secara selektif kepada mereka yang dianggap menghasut kerusuhan.

“Selama kekerasan tersebut, tentara IDF menembak secara selektif kepada para penghasut utama,” bunyi pernyataan singkat militer Israel, mengutip dari Reuters, Jumat (15/12/2017).

Sebagaimana diberitakan, tidak lama setelah pengakuan AS atas Yerusalem, seruan untuk memberontak muncul di Palestina. Adalah Ketua Partai Hamas, Ismail Haniyeh, yang meminta warga Palestina bersatu dalam intifada terhadap Zionis di Jalur Gaza, yang dikuasai partai beraliran garis keras itu.

Fokus utama pemberontakan adalah menentang pengakuan seluruh Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sebagaimana diketahui, Palestina memperjuangkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka jika kelak merdeka.

Israel mencaplok Yerusalem Timur dari pasukan Arab selama Perang Enam Hari pada 1967. Upaya tersebut dilanjutkan dengan aneksasi perlahan-lahan yang melanggar hukum internasional. Warga dan pemerintah Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur kelak akan menjadi ibu kota mereka.

(war)

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan