NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Hamil di Luar Nikah, Pasangan Pelajar SMA di Luwuk Nekat Aborsi

Peristiwa Jum'at, 08 /12/ 2017 02:53:49 1041 Pembaca  

ilustrasi aborsi
ilustrasi aborsi

Transsulawesi.com, Luwuk - Sepasang kekasih yang masih berstatus pelajar sekolah menengah atas di Luwuk Kabupaten Banggai nekat mengaborsi calon bayi mereka setelah hamil diluar nikah. Setelah mengaborsi calon jabang bayi itu, keduanya lalu menanamnya di areal perkebunan kelapa warga.

Terkuaknya kasus ini berawal dari kecurigaan warga ketika melihat gerak gerik remaja pria yang tidak lain FL (17) dan kekasihnya SJ (16) saat menanam janin hasil buah cinta mereka. Warga yang curiga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Banggai, November 2017.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung menyelidiki kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan dan keterangan warga diketahui keduanya merupakan pasangan kekasih disekolah yang berbeda, FL sendiri merupakan siswa kelas III sementara SJ duduk dibangku kelas II.

Kepada penyidik, keduanya mengaku tega berbuat keji seperti itu karena malu masih berstatus pelajar, mereka pun sepakat memilih menggugurkan kandungannya dengan meminum obat yang bisa menggugurkan kandungan.

Sebelumnya SJ sempat meminta pertanggungjawaban FL, namun sang kekasih menolaknya dan berusaha membujuk untuk mengugurkan buah cinta mereka.

Maka dengan meminum empat butir obat yang seharga Rp500 ribu dari saksi RR, SJ berhasil menggugurkannya. Setelah itu, janin dibungkus dengan menggunakan seragam sekolah kemudian diisi dalam kantong plastik.

Agar aib ini tak terbongkar, janin yang diperkirakan baru berumur satu bulan itu dibawa kerumah salah satu kerabat SJ di Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara. Dan kemudian dibawa ke perkebunan kelapa Desa Tinonda, Kecamatan Lamala untuk ditanam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dalam pasal 194 Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar serta pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Namun demikian polisi tidak menahan keduanya karena masih sebagai siswa dan siswi.

“Keduanya tidak ditahan karena mereka masih sekolah dan kooperatif sampai saat ini, serta ada jaminan dari orang tuanya,” ujar Kepala Satreskrim, AKP Rizki Pratama saat memberikan keterangan kepada awak media.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti dalam kasus itu berupa janin bayi, pakaian seragam sekolah dan sarung warna coklat yang digunakan untuk mengemas janin bayi.

(SYF)

 


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan