NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Aliran Fulus 18,9 Miliar Untuk Ruang Radiologi BRSD Luwuk

Fokus Kamis, 07 /12/ 2017 13:11:25 1037 Pembaca  

Aliran fulus yang cukup fantastis bisa kita lihat pada ruang radiologi BRSD Luwuk, dimana untuk alat kesehatan mendapatkan gelontoran dana sekitar Rp. 18.9 Miliar.  (Ilustrasi : CT Scan 128 Slices)
Aliran fulus yang cukup fantastis bisa kita lihat pada ruang radiologi BRSD Luwuk, dimana untuk alat kesehatan mendapatkan gelontoran dana sekitar Rp. 18.9 Miliar. (Ilustrasi : CT Scan 128 Slices)

Transsulawesi.com, Luwuk – Pengadaan alat alat kesehatan (Alkes) Badan Rumah Sakit Daerah (BRSD) Luwuk pada tahun ini mendapatkan gelontoran dana yang cukup besar. Tidak tanggung tanggung Alokasi Dana DAK 2017 untuk kesehatan Kabupaten Banggai mendapatkan anggaran sebesar 53,2 Miliar.

Aliran fulus yang cukup fantastis bisa kita lihat pada ruang radiologi BRSD Luwuk, dimana untuk alat kesehatan mendapatkan gelontoran dana sekitar Rp. 18.9 Miliar.  

Untuk ruangan radiologi yang dianggarkan sebesar Rp. 18,9 miliar tersedot pada pengadaan alat CT Scan yang mencapai 12,161 miliar. Adapun empat barang yang mencapai 18,9 miliar tersebut yakni CT Scan 128 Slices, Pesawat Cinar-X, C-Arm, Dental Panoramic dan USG 4D.

Pengadaan untuk alat kesehatan kali ini perlu pengawasan ketat dari semua pihak. Dari informasi yang didapatkan ada dugaan penggelembungan dana pada pengadaan kali ini begitu juga dengan spesifikasi barang yang berubah namun pagu tidak berubah.

Beredar kabar di beberapa kalangan bahwa pada pengadaan alat kesehatan di BRSD Luwuk di tunggangi oleh pengusaha besar asal kota Makassar yang mempunyai beking kuat dalam persoalan hukum. Sehingga kasus ini belum mendapatkan penyelidikan dari pihak pihak terkait.

Tidak berselang lama setelah kasus ini mencuat, anehnya Kepala Kejaksaan Negeri Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro, SH tidak lagi melakukan penyelidikan mendalam terkait adanya indikasi korupsi pada kasus ini.

“kami tidak lagi melakukan langkah penyelidikan”. Kata Ramdhanu Dwiyantoro, SH seperti di kutip pada Luwuk Post, Selasa, (5/12/2017).

Keganjilan juga terdapat pada salah satu paket lelang untuk alkes yang berjumlah sebesar 39,4 Milliar. Pihak penyelenggara memenangkan PT Hutama Sejahtera Radofa, walaupun perusahaan ini dikabarkan pernah terkait kasus suap Rumah Sakit Umum Daerah Lampung Selatan pada tahun 2016. Dimana rekanan PT Hutama Sejahtera Radofa memberikan empat lembar cek senilai Rp 2,4 miliar ke Direktur RSUD Bob Bazar Armen Patria dan Joni. Pemberian cek ini untuk memenangkan PT Hutama sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek alat kesehatan tahun anggaran 2015.

Walaupun begitu, Kajari Banggai Ramdhanu Dwiyantoro, SH tidak bisa mengambil langkah panjang pada cita cita penegakkan hukum di tanah banggai, ia hanya menyarankan agar diproses melalui KPPU terkait persaingan usaha.

Menjadi pertanyaan besar untuk semua pihak bahwa betulkah ada beking kuat pada pengadaan alat kesehatan di BRSD Luwuk ?

(Mhr)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan