NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Warga Usul Pembebasan Lahan Tapak Tower 200 Ribu Per Meter

Ekonomi Kamis, 30 /11/ 2017 10:38:35 7057 Pembaca  

Ilustrasi pembangunan jaringan tower listrik
Ilustrasi pembangunan jaringan tower listrik

Transsulawesi.com, Batui - Warga usul harga lahan tapak tower untuk pembangunan jaringan transmisi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTGM) adalah 200 ribu per meter, sedangkan untuk ganti rugi tanam tumbuh berkisar 1 hingga 1,5 juta per pohon.

Usulan warga ini terungkap dalam rapat sosialisasi  pengadaan tanah untuk lokasi pembangunan tapak tower yang dilaksanakan di ruang BPU Kelurahan Balantang, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, 29 November 2017.

“Saya usulkan harga 200 ribu untuk setiap meter, dan 1 juta untuk tanaman ekspor. Sedangkan tanaman kelapa 1,5 juta per pohonnya,” ungkap Laduni Pettawali salah satu pemilik lahan dihadapan tim surveyor pengadaan lahan.

Menanggapi permintaan warga, Surveyor yang di wakili Choky Irawan mengatakan, penetapan harga untuk pembangunan transmisi 150 kilo Volt (kV) tersebut akan dilakukan tim indipenden sebagai tim taksir yang menentukan harga.

“Jadi semua ditentukan KJPP bukan oleh siapa siapa, “ ungkap Choky.

Tanggapan senada juga datang dari Camat Batui, Faisal Karim,S.Sos. Menyangkut harga semua diatur oleh tim indipenden yang melakukan identifikasi untuk menentukan nilai objek.

“Sehingga pertemuan ini sangat penting, agar tidak terjadi multitafsir mengenai prosedur pembebasan. Jadi jangan pikir ada keterlibatan kami (pemerintah kecamatan),” ungkap Faisal.

Maka perlu diketauhi, dalam prosesnya nanti, tak ada harga mutlak sepihak dari pemilik melainkan mengacu pada tim indipenden, jelas Faisal.

Selain dihadiri sejumlah pemilik lahan, pertemuan kali ini tim surveyor didampingi pula pihak Kejaksaan Negeri Banggai. Dalam hal ini kejaksaan ditunjuk sebagai pendamping mengingat pembangunan PLTMG merupakan program strategi nasional (pronas),

“Kejaksaan mendapat mandat untuk melakukan pendampingan proyek proyek yang sifatnya strategis,” tutur Juanda, SH, Kasipidum di Kejari Banggai.

Hal yang pertama, kata Juanda, penting bagi warga sebagai pemilik lahan adalah menyiapkan alas hak kepemilikan, agar lahan yang dibebaskan tidak bermasalah dilain waktu.

“Sebagai pendamping kami bertanggung jawab jika dikemudian ada warga yang sudah menikmati hasil bayar dan selanjutnya ada sengketa dikemudian hari maka uang ganti rugi akan ditarik dan dititip ke pengadilan,” katanya mengingatkan.

Mengenai luasan lokasi tapak tower sendiri cenderung bervariasi, tergantung tipe tower yang bakal terpancang.

Seperti yang dikatakan pembicara dari tim Survey, Jenis tower ada tiga jenis tipe, mulai dari tipe AA, tipe BB, dan CC dengan luas tapak 15x 15 untuk tipe AA, 20x20 untuk tipe BB dan lebih lagi untuk CC. Sedangkan jarak tower antar juga tidak sama, mengingat kontur tanah khususnya di wilayah Batui adalah perbukitan. “Setidaknya bakal ada 200 lebih tower yang membentangkan kabel transmisi dari Kecamatan Batui hingga Luwuk Selatan,” jelasnya.

(IRF)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan