NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Kerusakan Habitat: Maleo Bertelur Di Tumpukan Pasir Halaman Rumah Warga

Metro Banggai Rabu, 29 /11/ 2017 02:16:07 3311 Pembaca  

Burung maleo membuat tempat bertelur ditumpukan pasir milik warga di kompleks pemukiman Lontar Kelurahan Tolando Kecamatan Batui. Foto: Irfan Monoarfa / transsulawesi.com
Burung maleo membuat tempat bertelur ditumpukan pasir milik warga di kompleks pemukiman Lontar Kelurahan Tolando Kecamatan Batui. Foto: Irfan Monoarfa / transsulawesi.com

Transsulawesi.com, Batui - Kerusakan hutan dan ekosistem di wilayah Kecamatan Batui hingga Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai perlu menjadi perhatian semua pihak. Perambahan hutan yang kemudian beralih fungsi menjadi lahan sawit menyebabkan satwa langka (maleo) kehilangan tempat tinggalnya.

Baru baru ini, fenomena yang sangat jarang terjadi, yakni kemunculan satwa langka burung maleo  ditengah pemukiman warga. Maleo sebagai hewan endemik dan memiliki histori adat warga Batui itu terpaksa bertelur di tumpukan pasir depan rumah warga.

Tudin (43) warga Kelurahan Tolando, Kecamatan Batui mengaku kaget ketika menjelang pagi hari, ia melihat sepasang burung maleo sedang membuat tempat bertelur di tumpukan material pasir yang ada dihalaman rumahnya.

“Pertamakali saya lihat, saya pikir itu ayam, tapi karena saya hafal suara burung maleo, makanya coba saya perhatikan seksama. Benar, ternyata burung maleo yang sedang membuat galian dipasir untuk bertelur,” jelas Tudin kepada transsulawesi.com. Selasa (29/11/2017).

Dari bilik kamar tidur ia terus mengamati aktifitas hewan endemik ini, sang jantan yang tak jauh dari sang betina terus mengamati keadaan sekelilingnya, “seperti sedang berjaga -  jaga kalau ada orang lewat,” imbuhnya.

Sekitar 15 menit, sang betina langsung menutup lobang yang sudah ada telur didalamnya. Ada rasa sedih kala itu, kata Tudin, setahu dia hal yang sulit dilakukan maleo ketika harus terpaksa masuk di pemukiman warga untuk bertelur.

“Saya tau maleo itu sangat liar, kalau sekarang harus datang dan bertelur di kompleks perumahan warga, ini pasti karena mereka (maleo) tidak punya tempat lagi,” ungkapnya.

Sebenarnya pasir uruk yang dijadikan tempat bertelur maleo tersebut, merupakan material untuk pembangunan rumah milik Tudin, karena tak sampai hati, ia terpaksa menunda pekerjaan membuat lantai, karena tak ingin mengganggu masa tetas telur (maleo) didalamnya.

“Kasian kalau mau dibongkar itu pasir, padahal saya mau plester dinding rumah pakai pasir itu,” tutur Tudin.

Mirisnya, tambah Tudin, fenomena ini terjadi jelang sebulan penetapan hari gelaran ritual pengantaran telur burung maleo (Tumpe) oleh masyarakat adat Batui, 2 Desember 2017.

“Tidak adil jika kita hanya bawa telur maleo, sedangkan burung maleo sebagai pemilik telur tidak pernah diperhatikan lagi tempat tinggalnya (habitat), bahkan untuk bertelur saja susah,” katanya.

Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon

 

Pengantaran Tumpe

Tumpe yang bisa berarti “pertama” oleh masyarakat batui, merupakan prosesi acara pengantaran telur maleo dari Batui ke Banggai (Banggai Laut).

Oleh banyak pendapat, tradisi pengantaran tumpe merupakan bentuk keterhubungan antara warga batui dengan warga banggai laut yang merupakan ibu kota dari kerajaan banggai dahulu kala.

Namun demikian segala lelaku didalam prosesi tidak langsung dilakukan masyarakat, melainkan oleh pemangku adat. Demikian pula dengan para sesepuh kerajaan Banggai di Banggai Laut.

Selanjutnya telur – telur maleo yang hendak diantarkan ke Banggai Laut tidak di bawa begitu saja, melainkan dilapisi terdahulu dengan daun komunong (sejenis palem). Kemudian para tetuah dan pemuda adat akan membawa telur dengan busana adat berwarna merah. Ini adalah warna suku masyarakat Batui.

Saat mengantarkan telur, jalanan sepi dari aktivitas kendaraan. Karena saat mengantarkan telur tidak diperbolehkan untuk berhenti di tengah jalan.

(SYF)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan