NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Regional

Hanya Ada Dua Guru di SDN Uwemea, Diberi Warna Merah Agar Dapat Perhatian

Kamis, 23 /11/ 2017 14:00:16 17453 Pembaca  

SDN Uwemea / I Komang Suradna
SDN Uwemea / I Komang Suradna

Transsulawesi.com, Toili - Jumlah siswa di SD Negeri Uwemewa Desa Singkoyo Kecamatan Toili terancam terus menyusut setiap tahun ajaran baru. Banyak orang tua dari golongan menengah memilih menyekolahkan anaknya di tempat lain.

Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan tempat anak mereka belajar (SDN Uwemea) belum bisa mendapatkan pendidikan yang optimal. Pasalnya, SD yang beroperasi di Tahun 2013 itu, hanya memiliki dua pengajar.

“Kasian anak anak, mereka tidak dapat pelajaran yang seperti di kota kota. Maklum gurunya cuma dua orang,” ungkap Rina (32).

Belum lagi bahan baca yang minim, menyebabkan anak anak SD Uwemea lebih banyak bermain daripada membaca buku.

“Seandainya ada buku bacaan, maka kelas yang belum ada  guru  bisa memanfaatkan jam belajar mereka di perpustakaan, dan tidak bermain.” imbuh ibu dua anak itu.

Tak berbeda dengan Rina, Hendra warga setempat menyayangkan hal tersebut. Hendra yang merupakan lulusan sarjana mengaku kecewa jika pemerintah Kabupaten Banggai terus membiarkan SDN Uwemea berlarut larut tanpa guru.

“Tinggal berapa hari kita peringati hari guru, jadi tolong jangan cuma selesai dari seremoni peringatan, tapi harus ada aplikasi nyata dilapangan,” ujar Hendra .

Padahal setahu dia, dibeberapa sekolah di Kabupaten Banggai, ada unit sekolah yang memiliki guru lebih dari sepuluh, sehingga mustahil bagi pemerintah untuk tidak menampatkan kelebihan tenaga pengajar tersebut di Uwemea.

Menurutnya pula, kadang untuk mendapatkan perhatian pemerintah apa saja dilakukan, misalnya bangunan diberi warna yang merupakan warna dari partai penguasa.

“Bisa liatkan mas, walau tidak cocok dan malah membuat bangunan tampak lebih kumuh. Tetap saja harus warna merah, yah maksudnya supaya dapat perhatian,”   tutur Hendra sembari tertawa.

Sementara itu Kepsek SDN Uwemea, yang ditemu transsulawesi.com, I Komang Suardana,  membenarkan keluhan para orang tua murid terkait minimnya tenaga pengajar tempatnya bertugas.

Untuk saat ini saja, kata Komang, pengajar di SDN Uwemea hanya ada dua orang, yakni dirinya dan seorang tenaga honorer.

“Kewalahan dalam proses mengajar pak,” kata Komang.

Hampir tidak ada cara menyiasati agar semua murid bisa mendapatkan pelajaran sesuai sistim pengajaran yang berlaku secara nasional, ucapnya. Dengan demikian tak ada kata lain selain menambah tenaga pengajar.

“Sehingga untuk sementara proses belajar mengajar saat ini lebih diutamakan yakni kelas enam, karena para murid akan menghadapi ujian,” keluh Komang.

Ia pun berharap dalam waktu dekat pemerintah bisa menempatkan tenaga pengajar tambahan di SDN Uwemea, mengingat para murid sangat membutuhkan asupan ilmu.

Berbeda data dan kenyataan, itulah nasib SDN Uwemea, sekolah dengan bangunan tiga lokal yang di pasang skat  untuk mencukupi enam kelas.

Dari penulusuran transsulawesi.com, Kamis 23 November 2017, sangat berbeda kenyataan dengan laporan ke kementerian. Dari data pokok pendidikan dasar dan menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan SDN Uwema memiliki enam orang guru serta enam ruang belajar.

(ab)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan