NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

DSLNG dan Indonesia Mengajar Telah Mengirim 36 Pengajar Muda Ke Pelosok Daerah Banggai

Aksi Korporasi Selasa, 21 /11/ 2017 12:28:52 6454 Pembaca  

Asri Sudarmiyanti tenaga muda Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) saat berada di ruang kelas. (Foto: Muhajir)
Asri Sudarmiyanti tenaga muda Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) saat berada di ruang kelas. (Foto: Muhajir)

Transsulawesi.com, Banggai -- Tumbuhnya gerakan perubahan pada bidang pendidikan di Kabupaten Banggai tak lepas dari pengaruh kemitraan PT Donggi-Senoro LNG dengan Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) yang telah dimulai tahun 2013 dengan tujuan membantu peningkatan kualitas pendidikan di Banggai.

Selama periode lima tahun kemitraan tersebut, GIM telah mengirimkan 36 Pengajar Muda yang ditugaskan di sepuluh desa penempatan di delapan kecamatan di sekitar Kilang Donggi Senoro LNG.

Sepuluh desa itu adalah Desa Ondo-ondolu SPC dan Dusun Trans Batui V di Kecamatan Batui, Desa Solan di Kecamatan Kintom, Desa Sinorang di Kecamatan Batui Selatan, Desa Moilong di Kecamatan Moilong, Dusun Pulo Tembang dan Desa Ampera di Kecamatan Pagimana, Desa Baya di Kecamatan Luwuk Timur, Desa Tompotika Makmur di Kecamatan Masama, dan Desa Uhauhangon di Kecamatan Lobu.

Saat kunjungan Transsulawesi.com di Desa Ondo-ondolu SPC dan Dusun Trans Batui V di Kecamatan Batui misalnya, salah satu tenaga pengajar dari GIM Destina Ratna Asih Khodijah berhasil membawa perubahan besar pada wajah pendidikan di pelosok Banggai.

Destina yang merupakan lulusan Teknik Industri ITB telah setahun mengabdi pada dunia pendidikan. Walau jauh dari akses kota Destina tak surut untuk menjadi tenaga pengajar di Desa Ondo-ondolu SPC.

Ia mengatakan bahwa generasi di Banggai itu bisa berprestasi dan lebih maju lagi. Selama berada di Desa Ondo-Ondolu ia tak mendapatkan banyak tantangan, karena menurutnya menjadi tenaga pengajar muda adalah panggilan hati.

“gak ada tantangan yang berat kok, soalnya ini merupakan panggilan hati”. Ujar Destina saat di mintai keterangannya, Senin, (21/11/2017).

Dengan bimbingan GIM, anak-anak sekolah dasar di pelosok Banggai mampu berprestasi dan mengikuti berbagai kegiatan tingkat nasional melalui Olimpiade Sains Kuark, Program Anak Sabang Merauke, juga lomba menulis esai astronomi.

Kehadiran GIM tidak hanya membawa perubahan di sektor pendidikan formal melalui model pembelajaran kreatif bagi sekolah dan para guru, namun juga membawa pengaruh baik berupa mentalitas positif di lingkungan desa penempatan dan masyarakat sekitarnya.

Melalui dorongan para Pengajar Muda, tumbuh pula berbagai gerakan relawan pendidikan di masyarakat Banggai. Berawal dari kegiatan Kelas Inspirasi, kegiatan kerelawanan pendidikan berkembang, tidak hanya di wilayah Kabupaten Banggai, tetapi juga kabupaten tetangga seperti Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Kelompok-kelompok relawan tersebut antara lain Penyala Banggai, Komunitas Peduli Pendidikan Pagimana, Relawan Oke, dan Babasal Mombasa.

Baca Juga: Peduli Pendidikan, DSLNG Kunjungi Sekolah di Desa Terpencil Pagimana

Corporate Communication Manager DSLNG Thamrin Hanafi pada saat kunjungannya di sekolah SDN Karya Bakti Desa Ampera mengatakan bahwa kemitraan dengan Indonesia Mengajar adalah bagaimana bentuk kepedulian terhadap pendidikan di kabupaten Banggai.

Thamrin yang di kenal dengan sapaan Tomi ini menjelaskan bahwa kemitraan DSLNG bersama IM tidak hanya sekedar menerima laporan dilapangan, tapi perusahaan dalam kemitraannya juga melakukan proses monitoring dan turun langsung mengunjungi sekolah sekolah yang terpencil yang menjadi perhatian dari perusahaan. 

“kami (DSLNG) melakukan monitoring berkala sejak awal, dan bentuk konkrit kami yakni turun kelapangan seperti saat ini.” Ujar Tomi

“pendidikan merupakan salah satu program yang paling utama selain ekonomi, sehingga kami melakukan beberapa kerjasama dengan stakeholder khususnya di bidang pendidikan”.

(Mhr)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan