NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peduli Pendidikan, DSLNG Kunjungi Sekolah di Desa Terpencil Pagimana

Advertorial Minggu, 19 /11/ 2017 13:55:13 9739 Pembaca  

Corporate Communication Manager DSLNG Thamrin Hanafi saat memberikan bantuan buku baca. (Foto: Transsulawesi.com)
Corporate Communication Manager DSLNG Thamrin Hanafi saat memberikan bantuan buku baca. (Foto: Transsulawesi.com)

Transsulawesi.com, Pagimana -- Peduli dengan pendidikan di Kabupaten Banggai, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) kunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Ampera, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sabtu (18/11/2017). Sekolah ini memang cukup terpencil, karena berjarak 16 KM dari pusat Kecamatan Pagimana.

PT Donggi-Senoro LNG yang telah bermitra bersama Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) sejak 2013 lalu, bersama memberikan perhatiannya terhadap sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karya Bakti, Kecamatan Pagimana. Sejak dua tahun lalu DSLNG bersama IM telah melakukan perhatiannya terhadap SDN Karya Bakti.

Corporate Communication Manager DSLNG Thamrin Hanafi pada saat kunjungannya di sekolah SDN Karya Bakti Desa Ampera mengatakan bahwa kemitraan dengan Indonesia Mengajar adalah program peduli terhadap pendidikan di kabupaten Banggai. Dalam kunjungannya selain memonitoring kondisi di lapangan, pihak DSLNG juga memberikan bantuan buku baca untuk SDN Karya Bakti.

Thamrin yang di kenal dengan sapaan Tomi ini menjelaskan bahwa kemitraan DSLNG bersama GIM tidak hanya sekedar menerima laporan dilapangan, tapi perusahaan dalam kemitraannya juga melakukan proses monitoring dan turun langsung mengunjungi sekolah sekolah yang terpencil yang menjadi perhatian dari perusahaan.  

“kami (DSLNG) melakukan monitoring berkala sejak awal, dan bentuk konkrit kami yakni turun kelapangan seperti saat ini.” Ujar Tomi

“pendidikan merupakan salah satu program yang paling utama selain ekonomi, sehingga kami melakukan beberapa kerjasama dengan stakeholder khususnya di bidang pendidikan”.

Salah satu guru SDN Karya Bakti, Rida mengatakan bahwa kepedulian dari pihak DSLNG dan GIM, membawa banyak perubahan. Menurutnya sekolah yang berdiri sejak 1971 ini, pada dua tahun ini murid murid DSN Karya Bakti kini berprestasi pada ajang – ajang sekolah di Kabupaten Banggai.

“Indonesia Mengajar sudah dua tahun disini, perubahan pada pendidikan disini sekitar 80 persen”.

Menurutnya pihak sekolah sangat membutuhkan GIM di SDN Karya Bakti karena memang kekurangan tenaga pengajar. “untuk guru tetap ada 3 orang, sementar untuk honorer ada 6 orang, namun karena keterbatasan jarak dan anggaran jumlah tenaga honorer berkurang”. Ujarnya.

Tumbuhnya gerakan-gerakan kerelawanan independen di bidang pendidikan di Banggai tak lepas dari pengaruh GIM selama lima tahun. Ini sesuai dengan sasaran bersama GIM dan program CSR DSLNG yang mengajak sebanyak mungkin pihak untuk turun tangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

(Mhr)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan