NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Imigrasi Kelas I Palu mendeportasi Tiga Warga China

Metro Sulawesi Jum'at, 17 /11/ 2017 15:03:57 5527 Pembaca  

Ilustrasi
Ilustrasi

Transsulawesi.com, Palu - Tiga warga negara asing (WNA) asal China akhirnya dideportasi Imigrasi Kelas I Palu, Sulawesi Tengah.  Tiga dari mereka adalah wanita bernama Chen Li serta dua pria masing masing Zaiming dan Qiuguan.

Seperti dikutip dari antarasulteng.com Ketiga warga China mesti dipulangkan ke negaranya karena telah melanggar UU Keimigrasian RI.

Selanjutnya ketiga warga asing tersebut dikawal oleh seorang petugas Kantor Imigrasi Kelas I Palu,  ke Bandara Mutiara Palu tujuan Jakarta dan untuk selanjutnya dikembalikan ke China dengan menggunakan pesawat China southern Airlines.

Kepala Imigrasi Palu, Suparman menjelaskan ketiga warga China yang dideportasi tersebut ditangkap petugas secara terpisah di dua tempat.

Chen Li, kata dia, ditangkap petugas Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Sulteng di salah satu toko penjualan telepon seluler di Palu.

Sementara dua warga China lainnya yakni Zaiming dan Qiuguan ditangkap petugas Kantor Imigrasi Palu di Desa Labuan, Kabupaten Donggala (sekitar 30an km) dari Kota Palu.

Keduanya saat ditangkap petugas bekerja di salah satu perusahaan sabut kelapa di Desa Labuan.

Penangkapan terhadap ketiga warga asing bermasalah berkat informasi dari masyarakat.

Karena itu, Suparman memberikan apresiasi kepada masyarakat cukup peduli melaporkan setiap keberadaan orang asing di daerah ini.

Seorang petugas Imigrasi Palu sedang mengambil keterangan warga China yang ditangkap karena menyalagunakan visa wisata, tetapi bekerja.                     

"Saya melihat masyarakat sekarang ini sudah memahami benar tugas pokok dari Imigrasi dan jajaran Kemenhumham di Provinsi Sulteng," kata dia.

Ia berharap masyarakat terus ikut bersama mengawasi orang asing dan memberikan informasi secepatnya kepada petugas imigrasi ataupun Timpora karena di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulteng saat ini sudah terbentuk Timpora. (FA/AM)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan