NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Perjuangan Tunggal Ibu Hawaida Rawat Anak di Pasungan dan Suami yang Terbaring Sakit

Metro Sulawesi Kamis, 16 /11/ 2017 16:46:23 9341 Pembaca  

Ilustrasi Hawaida berharap pemerintah turun tangan meringankan beban keluarganya
Ilustrasi Hawaida berharap pemerintah turun tangan meringankan beban keluarganya

Transsulawesi.com, Morowali - Mengalami gangguan kejiwaan seorang pemuda di Desa Sakita, Kecamatan Bungku Tengah, Morowali, Sulawesi Tengah terpaksa dipasung dengan kedua tangan dirantai. Hal itu terpaksa dilakukan kepada Abdul Wahab, 28 Tahun akibat ulahnya yang sering membuat warga resah.

Menurut Hawaida ibu kandung Abdul Wahab, anaknya semata wayang tersebut, sering mengamuk dan membuat warga kampung ketakutan.

“Kakinya di ganjal balok, dan tangannya dirantai, kalau tidak begitu takutnya dia (wahab) bikin masalah dikampung sini,” ujar Hawaida.

Kondisi ini sendiri sudah berjalan satu tahun lamanya, sebelumnya wahab kata Hawaida sudah sempat dibawah ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mamboro, namun baru dua hari, Wahab kabur dan pulang kekampung.

“Cuma dapat dua hari di RSJ, sudah pulang kesini.” Tuturnya sedih.

Selain mengurus Wahab, saat ini Hawaidah juga harus merawat suaminya yang sedang terbaring sakit di RSUD Fonuasingko.

“Saya cuma berharap pemerintah bisa memperhatikan kami ,” kata Hawaida yang menjadi tulang punggung utama dalam keluarga.

“Sudah enam tahun saya berusaha mencari nafkah sambil merawat suami dan anak saya wahab, “ keluh Hawaidah.

Sementara itu Kades Sakita, Almin Ilyas, juga mengungkapkan keprihatinan atas kondisi Hawaida. Ia pun berharap agar dinas terkait bisa turun tangan meringankan beban keluarga Hawaida.

“Semoga dinas terkait bisa memperhatikan kondisi keluarga ini, termasuk upaya membantu biaya bagi keluarga pasien yang kurang mampu,” ujar Almin.

(ab)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan