NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Pengendara Masih Ngeri Lewati Pelintasan Nahas di Toima

Publika Selasa, 14 /11/ 2017 23:36:40 3217 Pembaca  

Luapan air disertai lumpur kembali memenuhi badan jalan, jalur ini merupakan lokasi terseretnya dua kendaraan roda empat hingga menyebabkan korban meninggal dan mobil menjangkar didasar lautan. FOTO. Zk / transsulawesi.com
Luapan air disertai lumpur kembali memenuhi badan jalan, jalur ini merupakan lokasi terseretnya dua kendaraan roda empat hingga menyebabkan korban meninggal dan mobil menjangkar didasar lautan. FOTO. Zk / transsulawesi.com

Transsulawesi.com, Bunta - Lokasi pelintasan air bah yang pernah menenggelamkan dua mobil sekaligus yakni Minibus Mitra Touna dan Mobil Avanza kedalam dasar lautan kini kembali bereaksi.

Diguyur hujan selama dua hari, jalan poros trans-sulawesi Desa Toima, Kecamatan Bunta hingga petang tadi tidak dapat dilintasi kendaraan. Pasalnya luapan air berwana pekat terus meluber dari arah bukit disertai arus deras tak henti memotong bahu jalan kearah lautan.

Walau sebelumnya air belum begitu meninggi, namun melihat arus deras cukup membuat ciut nyali para pengendara. Selain takut kendaraan ngadat dipertengahan, namun jalur ini kembali mengingatkan korban hilang akibat nekat menyebrangi arus deras.

Peristiwa terseretnya dua mobil pada Minggu dinihari, 4 Juni 2017 hingga menyebabkan dua korban meninggal dan satu diantaranya dinyatakan hilang, hingga kini masih menghantui para sopir yang melewati rute tersebut.

BACA: Banjir Bandang Bunta: 2 Mobil Terseret Arus 4 Orang Hilang

“Waduh tidak berani, takutnya jangan mati mesin, atau jangan sampai terjadi kayak bus Mitra Touna, masih ngeri mas.” Ujar Siswoyo, mengurungkan perjalanannya.

Bagi Siswoyo putar balik kendaraan adalah lebih baik, mengingat hujan tak kunjung reda.

“Ada kemungkinan bisa banjir bandang kayak (bulan) juni lalu.” Kata Siswoyo yang hendak ke Ampana.

Tak hanya Siswoyo, sejumlah sopir kendaraan lain memilih menunda perjalanan, alasannya masih dihantui peristiwa nahas pada juni lalu.

“Gak mau takabur, biar lambat asal selamat,” ungkap Ibnu (40) sopir Pick Up yang datang dari arah sebaliknya.

Hingga berita ini diturunkan banyak kendaraan mengurungkan niat melanjutkan perjalanan. 

(Zk)


 

HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan