NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Pengadaan Alkes Rumah Sakit Daerah Luwuk Diduga Sarat Korupsi

Reportase Selasa, 14 /11/ 2017 17:07:51 15581 Pembaca  

Ilustrasi: CT Scan 128 Slice
Ilustrasi: CT Scan 128 Slice

Transsulawesi.com, Luwuk -- Pengadaan alat alat kesehatan (Alkes) Badan Rumah Sakit Daerah (BRSD) Luwuk pada tahun ini mendapatkan gelontoran dana yang cukup besar. Tidak tanggung tanggung untuk pengadaan untuk alkes tahun ini pihak BRSUD dalam salah satu paketnya berjumlah sebesar 39,4 Milliar. Namun, dengan jumlah yang cukup besar pengawasan dari semua pihak terkait aliran fulus yang cukup besar di BRSD Luwuk perlu diawasi bersama.

Ada beberapa keganjilan dalam proyek pengadaan alkes kali ini. Dari informasi yang di dapatkan pada LPSE Banggai, perusahaan yang memenangkan lelang tersebut adalah PT Hutama Sejahtera Radofa. Perusahaan ini dikabarkan pernah terkait kasus suap Rumah Sakit Umum Daerah Lampung Selatan pada tahun 2016. Dimana Rekanan PT Hutama Sejahtera Radofa memberikan empat lembar cek senilai Rp 2,4 miliar ke Direktur RSUD Bob Bazar Armen  Patria dan Joni. Pemberian cek ini untuk memenangkan PT Hutama sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek alat kesehatan tahun anggaran 2015.

Dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa ada beberapa dugaan korupsi pada pengadaan alkes kali ini, salah satunya pengadaan alat Computerized Tomography atau biasa disebut CT Scan. Alat ini sendiri merupakan serangkaian pemindaian X-ray yang diproses melalui komputer sehingga menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak di dalam tubuh.

Menurut sumber, pada masa Dr. Yusran Kasim, ME, menjabat kepala BRSD Luwuk 2016 lalu, dalam rancangan anggaran belanjanya disepakati untuk pengadaan alat CT Scan 128 Slices dengan nilai 12,161 milliar. Namun pada faktanya, CT scan yang diusulkan tidak sesuai dengan paket yang dilelangkan.

Pada usulan RSD yang di diajukan dan disetujui ke Kementerian Kesehatan adalah CT Scan 128 Slice. Akan tetapi pada faktanya ada perubahan pada spesifikasi yakni CT Scan 32 Slices, dan itu tidak sesuai dengan paket yang dilelangkan.

Begitu juga dengan dengan sistem e-Katalog dan pelaksanaannya melalui e-Purchasing  masih menjadi tanda tanya besar apakah pada prakteknya pihak BRSD melaksanakan amanat Keputusan Presiden No. 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Selain spesifikasi alkes yang tidak sesuai dengan usulan, di tengarai beberapa harga barang alkes tidak sesuai dengan pagu dikarenakan barang yang dipesan berasal dari Taiwan dan China dengan harga yang lebih murah namun kualitasnya perlu di pertanyakan.

Saat ditemui, Kepala BRSD Luwuk dr. Gunawan enggan menanggapi hal tersebut. Ia bahkan meninggalkan wartawan Transsulawesi.com yang hendak meminta keterangan.

“tanyakan sama PPK” sambil ambil langkah seribu.

Begitu juga saat di hubungi melalui aplikasi pesan (WhatsApp) nya, Gunawan tidak membalas sama sekali pesan walaupun terlihat tanda pesan sudah terbaca.

(Mhr/Sam)

BACA:  Gaduh Pergantian Kepala Unit Hemodialisa di RSD Luwuk


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan