NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Ini 6 'Slang Words' dari Bahasa Saluan yang Bertahan di Dunia Maya Sekalipun

Publika Sabtu, 11 /11/ 2017 23:52:16 14448 Pembaca  

Ilustrasi bahasa Slang warga eropa
Ilustrasi bahasa Slang warga eropa

Transsulawesi.com, Luwuk - Mempertahankan bahasa lokal dan pemakainya saat ini merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan, bahkan untuk menyelamatkannya adalah sebuah hal yang mustahil. Pasalnya, transformasi bahasa dan ekspresi modernitas semakin kuat menggerus bahasa lokal.

Tepat kata bijak dari para budayawan, “bertahan atau tidaknya  suatu bahasa sangat tergantung pada pemakai bahasa itu sendiri,” Nah, itu terbukti di Kabupaten Banggai misalnya. Kebetulan sebagi salah satu rumpun yang dominan dan tersebar acak ‘Suku Saluan’ di Banggai memiliki sejumlah istilah atau idioms, yang masih tetap bertahan dan bahkan masih sering digunakan generasi saat ini.

Walau sebenarnya istilah yang digunakan tidak lagi berdasarkan tuturan asli, dan lebih nampak sebagai bahasa Slang atau ungkapan lepas yang kemudian menjadi baku ditengah pemakainya.

Berikut tujuh istilah dan ungkapan yang masih awet dan sering menjadi hastag dimedia sosial oleh anak muda jaman sekarang, khususnya di Kabupaten Banggai.

1.

Sisik Nahepuan : Bisa berarti cerita lampau atau tuturan para leluhur, kata kata ini masih sering digunakan untuk mengingatkan komunitas masyarakat saluan tentang pesan lampau.

2.

Iheje Mule Ipian Je Mule: Berarti siapa lagi dan kapan lagi, walau diambil dari slogan pembangunan diera Bupati Banggai H.Sudarto, namun istilah ini masih sangat sering digunakan untuk memotivasi generasi baru yang memiliki cita cita luhur. “Kalau bukan kalian yang memulai, akan siapa lagi, dan kapan lagi,” atau “Iheje Mule Ipian Je Mule”

3.

Potanang Boli Goyang: Sebuah ungkapan dan sering dipakai saat terjadi sesuatu hal yang tidak menyenangkan, ketika di antara kita ada yang merasa gundah dan gusar, istilah ini terlebih dahulu hadir, Potanang Boli Goyang; tenangkan hati dan tak perlu panik.

4.

Liasakon na Bala : Hampir memiliki kesamaan arti, “Jauhkan dari Bala dan Marabahaya, “  dan memiliki makna lain ketika ungkapan ini di tambahkan dengan ungkapan semisal dengan kata Hii Kedo maka bisa bermakna “Amit amit jabang bayi”.

5.

Pinodoso Mokayong / Pojohok: Nah ungkapan yang satu ini adalah kalimat seru ketika sesorang merasa bosan memberi masukan dan saran yang diberikan tidak lagi direspon, dan semisalnya kemudian terjadi sesuatu yang tak diinginkan karena melanggar nasehat yang telah disampaikan sebelumnya. Maka jangan harap memperdengarkan penyesalan karena akan ada  kata Pinodoso Mokayong. Dan itu bisa bermakna “biarkan saja, lupakan, tak peduli, atau bodoh amat”

6.

Anak Sina Aya: Kalimat istilah ini jelas memiliki arti “anak jaman sekarang atau Kids Jaman Now” tapi lahir dalam versi Saluan. Dan pengistilahan anak sina aya sudah lama ada diera tahun 80-an

Itulah beberapa ungkapan masyarakat saluan yang masih bertahan didunia maya sekalipun, walau dibeberapa tempat, ada langgam dan pemaknaan yang berbeda, namun secara garis besar kesustraan bahasa saluan ungkapan diatas masih memiliki arti dasar yang sama.

(SYF)

 

 


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan