NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

TEROR. OTK Timpuk Kaca Mobil Tahanan Kejari Banggai di Pagimana Hingga Pecah

Peristiwa Rabu, 08 /11/ 2017 20:38:49 14025 Pembaca  

Kaca belakang Mobil Tahanan Kejaksaan dipecah Orang Tak di Kenal (Istimewa)
Kaca belakang Mobil Tahanan Kejaksaan dipecah Orang Tak di Kenal (Istimewa)

Transsulawesi.com, Pagimana - Mobil Tahanan milik Kejaksaan Negeri Banggai Cabang Pagimana di timpuk benda keras oleh orang tak dikenal (OTK) Selasa 7 November 2017. Kejadian tersebut terjadi malam hari saat mobil tengah terparkir di garasi kantor.

Mobil yang sering difungsikan untuk membawa tahanan itu dilaporkan rusak ringan dengan kaca bagian belakang pecah. Selain merusak kaca mobil, OTK juga memecahkan kaca jendela kantor.

Kacabjari Pagimana, Ulfadrian Mandalani, SH. MH membenarkan peristiwa tersebut, namun belum diketauhi latarbelakang dari aksi terror itu.

“Kami belum tau pasti sebabnya tapi saat dilihat mobil tahanan kaca belakangnya ada yang pecah,” ujar Ulfa ketika di konfirmasi transsulawesi.com. Rabu (8/11/2017).

Motif yang masih menjadi misteri tersebut juga di ungkapkan salah satu penyidik jaksa setempat.

Terkait kronologisnya belum pasti seperti apa, akan tetapi kaca belakang mobnas (mobil nasional) tersebut dilempar atau terkena benda keras, namun yang pasti pelakunya orang tak dikenal,” ungkap Alex, SH.

Sementara terkait isu pengerusakan yang dilatarbelakangi Operasi Tangkap Tangan yang beberapa waktu lalu terhadap Lurah dan Seklur Kelurahan Pagimana, Alex menambahkan, pihaknya belum bisa menarik kesimpulan seperti demikian.

“Kalau dikaitkan dengan peristiwa OTT kemarin, ini belum bisa jadi hal yang dapat diduga,” jelasnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro, SH,MH dikabarkan langsung datang ke TKP dan memantau perkembangan terakhir.

“Jadi hari ini Pak Kajari turun langsung memantau di TKP, yakni kantor cabang Kejaksaan Negeri Banggai di pagimana,” tutup dia.

Beberapa warga yang mengetauhi peristiwa tersebut mengatakan, ada kemungkinan aksi pengerusakan dilakukan sekitar pukul 20.00 WITA, karena semalam terjadi pemadaman listrik di wilayah Pagimana.

“Kan listrik lagi mati, mungkin disitu mereka ambil kesempatan,” ujar Rudi (28) warga Pagimana.

Namun demikian Rudi dan kawan kawannya tidak berani beranggapan jika terror dilatar belakangi penangkapan Lurah dan Seklur. “Sama sekali tidak mau berpendapat soal itu, nanti dengar informasi dari media saja jika pelakunya terungkap.” Tutur Rudi.

OTT Lurah dan Staf

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis 19 Oktober 2017, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai melalui Kacabjari Kecamatan Pagimana, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Lurah Pagimana, Abd. Said Laguni karena terlibat Pungutan Liar (Pungli) Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di wilayah itu.

Selain Lurah, turut diamankan dua pelaku utama lainnya, yakni Sekretaris Lurah, Sarifan Ahmad dan Bendahara Prona, Sitti Latifah, serta enam pegawai kelurahan lainnya.

Tim OTT berhasil mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp13 juta lebih yang diduga hasil Pungli pembuatan sertifikat tanah warga.

OTT yang dipimpin langsung Kacabjari Pagimana, Ulfadrian Mandalani, Jumat (20/10) bermula saat tim yang dipimpinnya melakukan pemeriksaan lapangan dugaan penyimpangan pembangunan pasar ikan. Saat itu tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa selama ini ada pungutan pengurusan sertifikat tanah, sementara prona itu sendiri gratis.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti. Dan bertepatan saat itu, imbuh Ulfa, tim mendapatkan tiga warga yang sedang melakukan proses pembayaran sertifikat tanah Prona.

(ZK/ab/SYF)

Ikuti Perkembangan Berita


 

HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan