NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Metro Sulawesi

DPR Sulteng Nilai Pelaporan Petani Merupakan Kriminalisasi

Senin, 06 /11/ 2017 16:45:00 890 Pembaca  

Petani sawit rakyat di Desa Dosan yang sedang panen. Mereka berusaha menerapkan tanam sawit dengan tak merusak hutan dan tak ekspansi lagi. Foto: Greenpeace
Petani sawit rakyat di Desa Dosan yang sedang panen. Mereka berusaha menerapkan tanam sawit dengan tak merusak hutan dan tak ekspansi lagi. Foto: Greenpeace

Transsulawesi.com, Palu - Pasca dilaporkannnya lima warga Desa Polanto Jaya, Kecamatan Riopakava ke Polisi oleh PT Mamuang, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Muhammad Masykur menilai hal itu merupakan kekeliruan. Kelima warga tersebut dilaporkan dengan tuduhan mencuri buah kelapa sawit diareal HGU Mamuang.

Seperti dikutip dari antarasulteng.com, Muhammad Masykur, menilai langkah perusahaan yang melaporkan lima warga kecamatan tersebut, merupakan bentuk kriminalisasi.

Karena, menurut dia, warga tidak mencuri buah sawit milik PT Mamuang salah satu anak perusahaan PT Astra Group yang beroperasi di Kecamatan Riopakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Melainkan, lima warga tersebut mengambil hak mereka.

Ia menjelaskan, kurang lebih seluas 40 hektare lahan pertanian dan perkebunan milik 17 kepala keluarga Desa Polanto Jaya Kecamatan Riopakava, diklaim oleh PT Mamuang sebagai luasan Hak Guna Usaha.

"Perusahaan mengklaim bahwa 40 hektare lahan pertanian dan perkebunan masuk dalam luasan HGU perusahaan. Padahal warga 17 kepala keluarga memiliki dokumen dan surat-surat kepemilikan yang sah terkait lahan 40 hektare tersebut," ujarnya.

Ia menyebut bahwa sampai saat ini proses terhadap lima warga desa tersebut telah berlangsung di pihak kepolisian. Bahkan berkas tindak lanjut dari laporan perusahaan akan segera di limpahkan ke pengadilan.

Ia menegaskan lima warga yang dinilai dikriminalisasi oleh perusahaan mendapat bantuan hukum, yaitu dikawal langsung oleh 20 pengacara di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Iya ada 20 pengacara di Kota Palu yang bersedia mengawal proses hukum lima warga Kecamatan Riopakava yang di laporkan oleh perusahaan dengan tuduhan mencuri," tutup Masykur.

(SYF) 

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan