NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Metro Sulawesi

Jembatan Timbang di Maros Sulsel Jadi Percontohan

Selasa, 31 /10/ 2017 15:54:04 984 Pembaca  

Transportation Minister, Budi Karya Sumadi. TEMPO/Imam Sukamto
Transportation Minister, Budi Karya Sumadi. TEMPO/Imam Sukamto

Transulawesi.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi jembatan timbang Maccopa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jembatan timbang ini akan menjadi percontohan di Jawa dan Sumatera.

"Kemenhub baru mendapatkan pelimpahan pengelolaan jembatan timbang, kami mulai mengoperasikan satu bulan lalu, " kata Budi, di Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (27/10/2017).

Budi mengatakan, penegakan hukum perlu ditingkatkan agar tidak ada kemacetan akibat melambatnya truk angkutan yang melintas. Selain itu, truk-truk yang melebihi kapasitas tidak merusak jalan yang dilewati.

Kemenhub, lanjut Budi, baru mendapatkan pelimpahan jembatan timbang tersebut sejak sebulan yang lalu. Namun baru sebulan beroperasi, telah 833 kendaraan yang ditilang dan disidang di pengadilan.

"Akan berkoordinasi dengan stakeholder seperti kejaksaan, pengadilan, kepolisian, untuk pengamanan minta bantuan TNI. Ini upaya kita memberikan legitimasi bagi jembatan timbang,"tuturnya.

Ia sempat mengobrol dengan beberapa sopir truk. Ia menemukan ada truk yang seharusnya hanya mengangkut 10 ton tapi mengangkut bobot melebihi kapasitasnya.

"Tadi kita lihat mestinya 10 ton, ngangkut 30 ton, ada yang tingginya mestinya 1,6 jadi 2,6 jadi naik 1,0. Ini banyak terjadi di Indonesia," kata Budi.

Ia berpesan pada petugas jembatan timbang agar melakukan penegakan hukum secara konsisten dan berintegritas. Dia juga mengimbau pada pengelola truk untuk menaati aturan dan KIR.

"Apa yang dilakukan bukan target mereka kena tilang, tapi bagaimana law enforcement menjadi kekuatan tertentu harapannya dipenuhi masyarakat. Oleh karenanya saya mengimbau transportir yang memiliki truk dan boks dengan ketentuan jelas karena setiap truk ada KIR, ikutilah itu," ujarnya.

Menurut Budi, jembatan timbang ini akan menjadi percontohan di Jawa dan Sumatera. Penegakan hukum yang konsisten, lanjut Budi, pasti akan membuat efek jera pada pelaku.

"Target kita bukan menangkap sebanyak mungkin, tapi taat asas sehingga jalan kita lebih baik. Ini akan dilakukan di beberapa kota Jawa dan Sumatera," ungkapnya.


(adv/adv)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan