NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Saat Menjangkau Si Miskin di Desa Doda

Reportase Senin, 23 /10/ 2017 01:21:43 6238 Pembaca  

Transsulawesi.com, Bunta – Setelah mendapat laporan dari bawahannya, Kapolres Banggai AKBP. Heru Pramukarno semakin penasaran tentang kehidupan warga Dusun Mumpe, Desa Doda Kecamatan Simpang Raya yang kabarnya masih hidup dibawah garis kemiskinan.

Laporan Kapolsek Bunta Iptu Chandra kepadanya, pasca evakuasi salah satu warga Mumpe yang tidak dapat berjalan, setelah menderita luka bakar selama tujuh bulan tanpa mendapat perawatan, membuat sang Kapolres berempati untuk datang langsung ke dusun yang dihuni sekitar 40 Kepala Rumah Tangga itu.

Harus diakui untuk sampai ke Mumpe, dirinya dan rombongan harus melewati medan yang berat. Pasalnya, keberadaan dusun Mumpe berkaitan erat dengan penghuninya yang merupakan warga suku terasing. Tentu kehidupan mereka pun sangat bergantung dengan kondisi geografis dan lebatnya hutan belantara. Mereka tak bisa jauh dari hutan.

BACA : Kapolres Banggai, AKBP Heru Pramukarno Antarkan Bantuan ke Warga Dusun Mumpe

Sekitar 07.30 WITA, Sabtu (21/10/2017) Kapolres Banggai, AKBP Heru Pramukarno sepakat bersama anggotanya menyambangi Dusun Mumpe. Didampingi sejumlah unsur Muspika serta Muspida, mereka mesti melewati jembatan gantung yang sudah usang, selanjutnya menelusuri jalan setapak juga berbukit, rombongan yang datang dengan bantuan berupa, mi instan, pakaian, ikan kaleng, obat-obatan serta beras,  tiba di Mumpe sekitar pukul 09.32 WITA.

Heru kepada wartawan transsulawesi.com yang ikut serta dalam perjalanan menuju desa Mumpe, mengatakan kondisi warga memang sangat memprihatinkan.

“Tadi saya liat warga hanya konsumsi sagu, ketela, dan sempat liat ada juga yang cuma makan pisang,” kata Heru.

Heru juga menyempatkan diri untuk mengamati lebih dekat fasilitas pendidikan, ia mengaku terenyuh dengan keadaan yang ada, dusun tanpa fasilitas penerangan itu hanya memiliki sebuah sekolah dengan bangunan serba kayu tanpa alas lantai keramik ataupun bersemen. Ruang belajar pun di bilah menjadi dua ruangan dengan papan tripleks sebagai papan pembatas. Seperti diungkapkan Purwandi Kepala SDN Mumpe, ruang bisa menjadi multi guna karena hanya menggeser papan pembatas andai kata digunakan sebagai tempat pertemuan.

“Jadi bisa multi guna, dan isi mobile saat ini masih merupakan swadaya masyarakat,” ujar Purwandi ketika berdialog dengan Kapolres Banggai.

Dari situlah, dihadapan warga yang berkumpul di balai desa, Heru secara langsung mengungkapkan keprihatinan atas warga setempat, sehingga untuk semntara, bantuan berupa beras dan mie instan juga sebagian ikan kaleng diharapkannya dapat disyukuri, karena hal itu dilakukan atas dasar kemanusiaan untuk saling membantu sesamanya.

Bermula dari Evakuasi Warga

Keberadaan Dusun Mumpe dan kondisi warganya, baru saja dikenal setelah aksi kepedulian Kapolsek Bunta Iptu Chandra yang membawa turun salah satu warga yang menderita luka bakar dengan cara digendong disebuah kursi kayu darurat di punggungnya.

Aksi yang kemudian viral didunia maya tersebut, menjadi cikal bakal publik mengetauhi kehidupan suku dalam yang berada jauh lima kilometer dari poros jalan raya Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

BACA : Kapolsek Bunta Rela Panggul Warganya 5 KM, Agar Dapat Perawatan Dokter

Inilah kemudian membuat Sang Kapolres terenyuh dan ingin sekali menyambangi dusun Mumpe di Desa Doda.

(ZK)


 

HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan