NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

DSLNG Bantu Pelatihan Tenaga Batik Nambo

Advertorial Minggu, 22 /10/ 2017 18:47:20 14639 Pembaca  

Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi bersama DEKRANASDA dan peserta pelatihan batik tulis. (Foto: Muhajir/Transsulawesi.com)
Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi bersama DEKRANASDA dan peserta pelatihan batik tulis. (Foto: Muhajir/Transsulawesi.com)

Transsulawesi, Luwuk -- Upaya mendorong usaha ekonomi kreatif masyarakat lokal terus di lakukan oleh PT Donggi Senoro LNG (DSLNG). Pada acara yang bertempat di Hotel Permai, DSLNG bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Banggai menggelar acara pelatihan untuk pelaku usaha batik tulis, Sabtu (21/10/2017).

Acara dengan tema “Melalui Pelatihan Batik Tulis Kita Tingkatkan Kualitas (IKM) Dalam Menciptakan Sentra Produktif Ekonomi Produktif Berbasis Kerakyatan Tahun 2017 Di Kabupaten Banggai”, merupakan pengembangan kapasitas terhadap para pelaku usaha khususnya batik tulis.

Upaya pengembangan kapasitas oleh DSLNG terhadap pelaku usaha batik tulis merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan khususnya pengembangan ekonomi lokal. Sehingga pelatihan batik tulis mendapatkan perhatian dari DSLNG.

Corporate Communication Manager DSLNG, Thamrin Hanafi mengatakan bahwa program kali ini perusahaan bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kabupaten Banggai dan DEKRANASDA dalam peningkatan ekonomi produktif masyarakat lokal.

Thamrin mengharapkan bahwa kegiatan ini bisa di ikuti oleh peserta pelatihan sampai selesai. “kami berupaya mengangkat potensi daerah, tidak hanya tenun nambo tapi juga batik tulis. Kami juga percaya bahwa banyak potensi daerah yang perlu di angkat”. Ujarnya

Ia juga mengatakan bahwa program pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan untuk memajukan pertumbuhan daerah. “komitmen DSLNG adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, tidak hanya mengukur namun mendukung majunya pertumbuhan ekonomi lokal”.

Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya Ketua DEKRANASDA Banggai Suraida Murad mengatakan bahwa saat ini pemerintah daerah Kabupaten Banggai sedang gencar mempromosikan potensi wisata daerah dan produk lokal batik nambo.

Suraida mengakui bahwa untuk saat ini tenaga pembatik masih kurang, sehingga DEKRANASDA bersama pihak terkait perlu melakukan pelatihan.

“pengembangan batik nambo selama ini masih terkendala oleh kurangnya tenaga kerja terlatih, sehingga DEKRANASDA mengoptimalkan perannya dalam beberapa hal yakni melakukan pelatihan dan pembinaan ”.

Batik Tulis sendiri merupakan batik tradisional Indonesia yang paling baik dan tradisional. Proses pembuatan batik tulis melalui tahapan yang cukup rumit. Karena selain juga tidak dijumpai pola ulang yang dikerjakan sama, artinya meski sedikit pasti ada perbedaan pada sejumlah titik atau lengkungan garis, hal ini merupakan faktor pembeda dengan batik cap.

(Mhr)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan