NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

EKONOMI

Tak Ada Pasokan, Warga Batui Kesulitan Peroleh Gas Elpiji 3 Kg

Sabtu, 21 /10/ 2017 01:42:44 3297 Pembaca  

Ilustrasi
Ilustrasi

Transsulawesi.com, Jakarta - Warga Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dalam dua bulan terakhir ini kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Itu terjadi karena pasokan dari agen ke pengecer tersendat.

Dari pantauan wartawan Transsulawesi.com, Jumat (20/10/2017) kelangkaan gas elpiji tabung melon ini terjadi diseluruh titik kelurahan dan desa yang berada di pusat pemerintahan wilayah kecamatan Batui, yakni Kelurahan Tolando, Balantang, Bugis, Lamo dan Kelurahan Sisipan.

Untuk sementara, warga mencari potongan sampah kayu untuk dijadikan alat bakar saat memasak.

"Elpiji 3 kg sulit didapat sejak dua bulan ini. Sejumlah pengecer di sekitar rumah saya tidak pernah ada stok,” ujar Septi IRT yang berdomisili di Kelurahan Tolando.

Sementara Jika pasokan datang misalnya di agen yang berada didekat terminal Pasar Batui, serta merta langsung habis. Imbuhnya.

Ungkapan yang sama dikemukakan sejumlah warga Batui. Menurut mereka, kelangkaan gas elpiji terjadi sejak dua bulan lalu. "Sejak dua bulan lalu, gas sulit di dapat. Bahkan saya sudah beberapa kali keliling, namun tidak menemukan pengecer yang masih memiliki stok gas elpiji 3 kg. Akhirnya saya terpaksa memasak pakai kayu buangan seperti sisa pagar," ucap salah seorang warga Indah (27).

Sementara itu, salah seorang pengecer gas elpiji 3 kg di Batui, Edo (42) mengatakan, kelangkaan gas elpiji terjadi lantaran tidak ada pasokan dari pangkalan ke pengecer. "Akibatnya, sering kehabisan stok dan konsumen kesulitan mendapatkan gas elpiji," tuturnya.

Dia mengatakan, tersendatnya distribusi gas 3 kg di tingkat pengecer mengakibatkan perputaran modal lambat. Imbasnya, pendapatan menjadi berkurang. "Jujur saja, kondisi ini sangat saya keluhkan. Sebab pendapatan jadi turun," pungkasnya.

(SYF)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan