NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Indonesia Mengajar dan Komunitas Relawan Banggai Kunjungi Kilang DSLNG

Advertorial Jum'at, 20 /10/ 2017 22:19:47 12436 Pembaca  

Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar bersama komunitas relawan di Kabupaten Banggai mengunjungi Kilang LNG Donggi Senoro, Senin (16/10) lalu. (Foto dokumentasi DSLNG)
Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar bersama komunitas relawan di Kabupaten Banggai mengunjungi Kilang LNG Donggi Senoro, Senin (16/10) lalu. (Foto dokumentasi DSLNG)

Transsulawesi.com, Banggai -- Sejak dimulai 2013 silam, kemitraan PT Donggi-Senoro LNG dan Gerakan Indonesia Mengajar (IM) telah membawa pengaruh baik yang meluas bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Banggai dan sekitarnya. Selama lima tahun, IM telah mengirimkan 36 Pengajar Muda yang ditugaskan di sepuluh desa penempatan di tujuh kecamatan. Kehadiran IM tidak hanya membawa perubahan di sektor pendidikan formal melalui model pembelajaran kreatif bagi sekolah dan para gurunya, namun juga membawa rona baru bagi mentalitas positif di lingkungan desa penempatan dan sekitarnya.

Tumbuhnya gerakan-gerakan kerelawanan independen di bidang pendidikan dan lingkungan yang saling berjejaring di Banggai hingga nasional tak lepas dari pengaruh IM selama lima tahun. Ini sesuai dengan sasaran bersama IM dan program CSR DSLNG yang mengajak sebanyak mungkin pihak untuk turun tangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Meskipun pendidikan merupakan tanggung jawab utama pemerintah, namun semua pihak sebaiknya membantu sesuai porsinya.

Senin (16/10) lalu, Pengajar Muda dan komunitas relawan yang terdiri dari Relawan Oke, Penyala Banggai, Babasal Mombasa, dan Komunitas Peduli Pendidikan Pagimana berkesempatan mengunjungi Kilang LNG Donggi Senoro. Mereka memaparkan perkembangan dunia pendidikan di Banggai sejak adanya IM dan kontribusi komunitas relawan yang bersinergi bersama.

Munculnya program-program pelatihan untuk peningkatan kompetensi tenaga didik seperti Ruang Berbagi Ilmu bagi para kepala sekolah, Jambore Pendidikan untuk metode pembelajaran kreatif bagi guru kelas, dan kegiatan lainnya adalah bentuk nyata dari upaya perubahan untuk sumber daya manusia yang lebih baik.

Di Kecamatan Pagimana, para pemuda desa bahkan membentuk Gerakan Pagimana Bersekolah agar anak-anak di pedalaman dan yang tinggal di kepulauan tidak putus sekolah dengan membangun Rumah Singgah dan Rumah Belajar.

Sementara itu, dalam lingkup yang lebih luas, munculnya Kelas Inspirasi, yang bukan hanya di Banggai tapi juga di Banggai Kepulauan, Banggai Laut, hingga Kota Palu, adalah dampak langsung dan tak langsung pengaruh adanya Gerakan IM di Banggai. Begitu juga gerakan-gerakan literasi seperti donasi buku, Minggu Membaca, pembukaan Rumah Belajar di desa-desa, hingga kegiatan tahunan Festival Sastra Banggai yang mendatangkan penulis dan sastrawan nasional adalah bagian dari geliat kontribusi bagi upaya memajukan pendidikan.

Senior Manager Relations & Communication DSLNG Shakuntala Sutoyo mengatakan, bagi DSLNG, kerjasama dengan Indonesia Mengajar merupakan salah satu wujud nyata kontribusi CSR DSLNG yang berdampak luas di bidang pendidikan.

Gerakan IM dilakukan dengan mengirimkan Pengajar Muda lulusan perguruan tinggi yang diseleksi dari seluruh Indonesia untuk ditempatkan di sekolah-sekolah di pelosok nusantara selama setahun. Di setiap kabupaten penempatan, masa kerja IM berlangsung selama lima tahun. Di Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai menjadi satu-satunya kabupaten penempatan Pengajar Muda. Kehadiran Pengajar Muda di Banggai merupakan bagian dari kemitraan antara DSLNG dan IM. Tahun ini merupakan tahun terakhir Pengajar Muda Indonesia Mengajar bertugas di Banggai. 


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan