NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Publika

Taman Kota, Tanpa Pengemis, dan Kita yang Miskin Tak Perlu Menangis Hanya Untuk Berobat Lanjut

Kamis, 19 /10/ 2017 15:03:47 15909 Pembaca  

Warga Dusun Mumpe saat berkumpul di Balai Desa yang tak kuat lagi, dan hanya beralaskan tanah. FOTO: transsulawesi.com
Warga Dusun Mumpe saat berkumpul di Balai Desa yang tak kuat lagi, dan hanya beralaskan tanah. FOTO: transsulawesi.com

Transsulawesi.com, Luwuk – Laporan perjalanan keempat dari International Congress of Nutrition, Buenos Aires, Argentina, Bupati Banggai, Ir. Herwin Yatim, seperti di lansir media Luwuk Post. Dirinya berkesempatan berjalan-jalan menikmati indahnya taman kota Jadine Botanical Garden selama tiga jam lamanya.

Ditengah lawatan dan serangkaian City Tour, Herwin tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap kota kelahiran pesepak bola hebat, Carlos Alberto Tevez. Ia pun berharap kedepan Luwuk akan lebih indah ketika memiliki taman kota yang luas seperti halnya di Buenos Aires.

“Taman yang luas dan tertata rapi akan sangat serasi dengan kondisi Luwuk yang masih alami,” kata Herwin seperti dikutip Luwuk Post.

Dan itu akan lebih cantik, imbuhnya, ketimbang dibangunkan gedung gedung yang tinggi.

Diakhir kutipan, Kota Luwuk akan semakin indah, kalau kita berhasil mencegah jangan sampai ada pengemis, kata dia.

Namun semua itu masih merupakan angan angan, mengingat seabrek masalah ketat menggelayuti Banggai. Mulai tingginya angka pengangguran, terpuruknya ekonomi mikro, hingga soal kesehatan bayi yang belum mendapat perhatian penuh.

Dalam sepekan saja, minimnya perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat banggai sudah sangat membentot perhatian publik, sebut saja aksi heroik Kapolsek Bunta Iptu Chandra yang harus rela membawa turun warga terasing ke puskesmas terdekat, setelah tujuh bulan tidak mendapat  perwatan pada luka bakar yang dideritanya hanya karena tak punya biaya.

Kapolsek Bunta Rela Panggul Warganya 5 KM, Agar Dapat Perawatan Dokter

Selanjutnya, aksi para pegiat sosial yang turun tangan membantu meringankan beban dua balita yang dikabarkan sempat terkatung-katung, lantaran tidak memiliki biaya untuk berobat lanjut.

HEADLINE: Ada Derita Albani dan Syahrul Ditengah Lawatan Pemda Ke Argentina

Sehingga, wajar pegiat sosial kawakan yang banyak terjun didunia kemanusiaan, Kiki Amstrong, mengatakan harus ada langkah konkrit bagi Pemda Banggai, agar tidak ada lagi kesan mengemis bagi mereka yang tak mampu.

“Secepatnyalah, pemerintah daerah harus segera menyediakan dokter spesialis, baik itu untuk penyakit usus, jantung, dan ginjal, serta penyakit lainnya, agar pasien yang kurang mampu tidak perlu mengemis biaya untuk berobat lanjut keluar daerah,” kata Kiki belum lama ini.

Kiki pun lugas mendesak realisasi penanganan bagi warga ekonomi lemah dalam faktor kesehatan, “Harapannya di Tahun 2018, kita yang miskin tak perlu menangis hanya untuk berobat lanjut,” tutur Kiki.

(SYF)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan