NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Kembangkan Industri Rumah Tangga, DSLNG Bantu Sertifikasi Pangan Wirausahawan di Tiga Kecamatan

Aksi Korporasi Rabu, 18 /10/ 2017 22:12:17 11801 Pembaca  

 Dr.dr. Anang Otoluwa, MPPM, CSR Programme Officer DSLNG Rohani Simbolon, dan pelaku usaha pada saat penyuluhan.
Dr.dr. Anang Otoluwa, MPPM, CSR Programme Officer DSLNG Rohani Simbolon, dan pelaku usaha pada saat penyuluhan.

Transsulawesi.com, Banggai -- PT. Donggi Senoro LNG (DSLNG) turut mengembangkan usaha mikro Industri Rumah Tangga (IRT) di tiga Kecamatan Kabupaten Banggai. Sebanyak 20 wirausahawan binaan DSLNG yang berasal dari Kecamatan Nambo, Kintom, dan Batui mengikuti kegiatan “Private Class - Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) Dalam Rangka Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)”.

Bertempat di Hotel Gemilang, kegiatan penyuluhan ini di fasilitasi oleh DSLNG bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Senin, (16/10/2017). Kegiatan Private Class ini merupakan bentuk dukungan DSLNG terhadapat usaha mikro 20 wirausahawan untuk mendapatkan  sertifikat yaitu Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dan Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Serifikat PKP dan P-IRT sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, dan Keputusan Kepala Badan POM RI No. HK. 00.05.5.1640, bertujuan sebagai izin jaminan usaha makanan atau minuman industri rumah tangga yang dijual dan beredar di masyarakat memenuhi standar keamanan makanan atau izin edar produk pangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr.dr. Anang Otoluwa, MPPM saat memberikan penyuluhan kepada 20 wirausahawan mengatakan bahwa produk industri rumah tangga yang sudah mendapatkan SP-PIRT sudah aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Anang juga menekankan pentingnya “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”.  “Inilah gerakan harus kita mulai dari sekarang, tidak hanya untuk masyarakat kota, namun hingga masyarakat di tingkat desa”.

Pada kesempatan yang sama, CSR Programme Officer DSLNG Rohani Simbolon mengatakan perkembangan ekonomi di Kabupaten Banggai kian maju pesat, sehingga pelaku usaha perlu menyikap hal tersebut.

“Kami melakukan pengembangan kapasitas dan kami mencarikan pasar untuk bisa memasok produk dari ibu-ibu, oleh karena itu kami buat pelatihan ini”.

Ani juga mengatakan akan membentuk sebuah asosiasi dagang sehingga bisa bekerja sama dengan pedagang pedagang besar lainnya. Selain itu, usaha mikro IRT binaan DLSNG akan terus di monitor kedepannya sehingga bisa terukur.

Pada akhir, ani berharap semoga dengan program pengembangan usaha mikro terhadap 20 pelaku usaha di tiga Kecamatan bisa menghasilkan produk khas Kabupaten Banggai yang enak dan sehat tentunya.

(Mhr)


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan