NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Reportase

Burhanuddin Mang Vs Mustar Labolo. Dari Taggar Kanari Hingga Perang Mulut

Rabu, 11 /10/ 2017 12:37:41 18598 Pembaca  

Ilustrasi (dakwatuna.com)
Ilustrasi (dakwatuna.com)

Transsulawesi.com, Luwuk - Burhanuddin Mang warga Luwuk Kabupaten Banggai, Sulteng mendadak viral setelah adu mulut antara dia dengan Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo pada Selasa 10 Oktober 2017 kemarin. Burhanuddin pria berumur lebih setengah abad itu kembali berhasil menaikan tensi orang nomor dua di Banggai.

BACA JUGA: Wakil Bupati Banggai dan Warga, Nyaris Adu Jotos

Perseteruan antara dirinya dan Wabup adalah kesekian kali, sebelumnya Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo pernah melaporkan Burhanuddin Mang setelah mengatainya “Mo dapat depe Kanari”. Ia pun dilaporkan Mustar dengan alasan penghinaan terhadap pejabat.

Saat itu Burhanuddin lolos dari dari jerat hukum, karena merunut Kamus Besar Indonesia (KBI), Kata Kanari atau Kenari tidak mengandung unsur penghinaan. Dalam KBI, Kenari sendiri mengartikan buah yang bijinya biasa digunakan untuk pengisi roti; Amygdalus communis, juga Kenari adalah nama burung kecil yang bersuara merdu dan berbulu kuning yang indah; Serinus canarius germanicus.

Sementara dalam arti harafiah masyarakat Luwuk Banggai “Kanari” adalah Idioms yang berarti gurih. Seperti halnya buah kelapa yang dagingnya berasa gurih dan renyah biasa disebut dengan Kelapa Kenari, adapula Kepiting Kenari sejenis Kepiting Bakau yang memiliki bobot yang berat dan sangat berisi.

Saat itu kata kenari pun menjadi viral, bahkan sejumlah pengguna media sosial sempat membuat taggar (#kanari).

Geger dengan Wakil Bupati Banggai pertama kali terjadi ketika Burhanuddin Mang memegang mikrofon pada sebuah unjukrasa (17 /04/ 2017) saat itu ia memprotes sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilainya salah, mulai dari soal mutasi ASN dan Non Job beberapa kepala OPD, rencana rehab 23 unit bangunan seokolah dasar yang kemudian terkatung katung, hingga soal jatah Fee Proyek untuk pembesar daerah. Dalam orasi itu terselip bahasa yang dianggap Mustar sangat menyinggung, tokoh yang kini menjabat pula sebagai Ketua DPD Partai Gerindra, ia pun uring-uringan dan mengancam melaporkan Burhanuddin Mang.

Burhanuddin Mang yang akrab disapa Om Nuddin, saat dihubungi transsulawesi.com, mengaku tidak pernah takut dengan ancaman apapun demi menyuarakan kebenaran.

“Saya tidak takut, bahkan kemarin (Selasa,10/10/2017) saya ungkap semua kejanggalan yang dilakukan mereka (Pemda), karena saya lihat ada Kejari.” Kata Nuddin.

Mengenai alasan dibalik peristiwa perang mulut di DPRD Banggai, Nuddin mengatakan, itu harus dilakukan agar semua tau, jika pemerintah daerah banggai belum sama sekali membayar bidang tanah seluas 4900 meter persegi yang merupakan hak miliknya yang kini sudah berdiri Kantor Camat Luwuk Timur.

“Empat belas tahun, saya menunggu ganti rugi. Tanah kaplingan saya digusur dan dibangunkan kantor camat dan rumah dinas, tapi berganti kepala daerah semua cuma janji,” ungkapnya.

(Sam/ZK)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan