NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Publika

Pengusaha SPBU Babat Hutan Mangrove, Legislator Touna Berang

Jum'at, 25 /08/ 2017 01:26:30 5370 Pembaca  

 Ilham Lamahusen
Ilham Lamahusen

Transsulawesi.com, Ampana - Legislator Kabupaten Tojo Una-Una, Sulteng,  Ilham Lamahusen  menyoroti pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan membabat hutan Mangrove di Desa Unauna, Kecamatan Wakai, Touna.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Touna itu menilai, pembangunan dengan cara merusak ekosistem mangrove itu telah menabrak UU nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Larangan pembabatan pohon dipinggir laut atau mangrove itu itu juga tertuang dalam pasal 50 undang-undang kehutanan  dan diatur masalah pidanya pada pasal 78 dengan ancaman 10 penjara dan denda Rp 5 miliar.

Makanya, anggota DPRD dari dapil 3 wilayah kepulauan itu, mendesak pengusaha yang akan membangun SPBU tersebut, untuk menghentikan pekerjaan pembangunan SPBU diwilayah tersebut.

Apalagi, Ilham mengaku dirinya menerima informasi kalau sampai saat ini pihak pengusaha belum mengantongi izin usaha, termasuk belum memegang sertifikat tanah diatas lahan pembangunan SPBU.

"Olehnya kami akan segera melakukan investigasi dilapangan dan menanyakan pihak-pihak terkait perihal izin dan sertifikat tanah dilokasi tersebut," ucapnya Rabu 23  Agustus 2017.

Dalam masalah ini, lanjut Ilham, pemerintah daerah dan dinas terkait termasuk penegak hukum berhak mengusut pelanggaran pembabatan mangrove itu.

Sebagai anggota DPRD, Ilham mengaku, dirinya sangat mendukung investasi di daerah. Namun, jika investasi itu melabrak aturan yang berlaku, merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar maka harus ditolak.

(ni)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan