NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Polsek Pagimana Minta Pengurus UN Swissindo di Desa Poh Hentikan Aktifitas

REGIONAL Rabu, 09 /08/ 2017 13:14:57 8220 Pembaca  

Dokumen andalan US Swissindo yang diterima salah satu warga di Pangkep Sulsel. FOTO: Ist
Dokumen andalan US Swissindo yang diterima salah satu warga di Pangkep Sulsel. FOTO: Ist

Transsulawesi.com, Pagimana - Kepolisian sektor Pagimana meminta salah satu warga Pagimana, Irianto S.pd agar segera menghentikan kegiatan promosi ''UN Swisindo World Trust International Orbit,” menyusul SK penegasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah yang menyatakan UN Swissindo adalah ilegal dan merupakan tindakan penipuan.

Diketauhi Irianto yang berdomisili di Desa Poh itu mengaku dirinya merupakan pelaksana yang menerima kuasa dari UN Swisindo.

Setelah mendapat penjelasan dari aparat polisi dan kepala desa, ia mengaku siap berhenti dari aktifitas yang berhubungan dengan UN Swissindo tersebut.

“Imbauan ini sesuai perintah Bapak Kapolsek Pagimana Iptu. Musa agar warga bisa paham dan berhenti dari aktifitas yang mengatasnamakan UN Siwissindo, dan bersyukur yang bersangkutan bersedia menghentikan kegiatannya” ujar Bhabinkammtibmas Brigadir M. Fadjri yang didampingi aparat desa dan babinsa. Selasa (8/8/2017)

Seperti yang dilansir transsulawesi.com sebelumnya, Kepala OJK Sulteng Mohammad Syukri A Yunus mengatakan tindakan penipuan UN Swissindo berupa penawaran janji pelunasan kredit/pembebasan utang rakyat dengan sasaran para debitor macet pada bank, perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya.

Modusnya dengan cara menerbitkan surat jaminan/pernyataan pembebasan utang yang dikeluarkan dengan mengatasnamakan presiden dan negara Republik Indonesia maupun lembaga internasional dari negara lain.

“Jangan tergiur oleh berbagai janji yang diberikan,” kata Syukri kepada sejumlah jurnalis dalam siaran pers bersama pemerintah provinsi, Bank Indonesia (BI), kepolisian, TNI, dan perbankan di kantor Bank Mandiri, Senin (7/8/2017).

Pada praktek yang mengindikasikan penipuan kata Syukri adalah meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok/Badan Hukum tertentu. Setelah itu, meminta korban untuk mencari debitor bermasalah lain untuk diajak bergabung.

(ZK)


 

#HEADLINE

Soal Utang Nyaris Rp 4.000 T, Ekonom: Harus Dorong Produktivitas
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan