NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Lawan Korut, Amerika Hadirkan Penangkis Rudal THAAD

Internasional Senin, 31 /07/ 2017 01:04:01 3475 Pembaca  

Washington - Militer Amerika Serikat mengklaim telah berhasil menguji keampuhan sistem penangkis rudal terbaru dalam uji coba Minggu, (30/7), dan diharapkan sistem ini bisa segera dipasang di Semenanjung Korea.

Uji coba ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Korea Utara (Korut) juga melakukan tes penembakan rudal balistik antar benua (Inter-Continental Ballistic Missile/ICBM).

Sistem penangkis rudal yang dikembangkan Amerika disebut THAAD, kepanjangan dari Terminal High Altitude Area Defense.

Dalam uji coba hari Minggu, pesawat C-17 milik Angkatan Udara AS melepaskan sebuah rudal jarak menengah di atas Samudera Pasifik dan unit THAAD di Alaska "mendeteksi, melacak, dan menyergap target", bunyi pernyataan dari Badan Pertahanan Rudal Amerika Serikat.

Ini merupakan uji coba THAAD yang ke-15 dan seluruhnya diklaim berhasil sesuai target.

Pada Sabtu (29/7), Korea Selatan (Korsel) mengatakan akan mempercepat pemasangan baterai-baterai THAAD di wilayahnya menyusul penembakan ICBM oleh Korut pada 3 Juli dan 8 Juli.

Komponen-komponen sistem pertahanan THAAD sudah dibawa ke Korsel ketika negara itu masih dipimpin Presiden Park Geun-Hye. Bulan lalu, Presiden baru Moon Jae-In menghentikan sementara proyek ini, karena perlu didahului dengan analisis dampak lingkungan.

Namun Menteri Pertahanan Song Young-Moo mengatakan Seoul akan segara memulai konsultasi tentang pengiriman komponen baterai THAAD sebagai respons atas uji coba rudal Korut.

Rencana pemasangan sistem pertahanan THAAD di Semenanjung Korea ini membuat marah Tiongkok, yang menyebutnya berpotensi mengganggu kestabilan kawasan.

Dalam perkembangan lain, Sabtu kemarin Angkatan Udara AS mengirim dua pesawat pembom B-1B dari Guam ke Semenanjung Korea untuk menjawab uji coba rudal Korut.

"Korea Utara masih menjadi ancaman terbesar bagi stabilitas kawasan. Jika dibutuhkan, kami siap merespons dengan kekuatan yang cepat, mematikan, dan dominan pada waktu dan tempat yang kami pilih sendiri," kata Jenderal Terrence J O'Shaughnessy, Komandan Angkatan Udara Pasifik.

Dua bomber tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Andersen di Guam dan masuk ke wilayah udara Jepang, disambut dua pesawat tempur Jepang F-2. Setelah itu, sepasang B-1B itu masuk ke udara Semenanjung Korea dan dikawal empat pesawat tempur F-15 milik Angkatan Udara Korsel, sebelum kembali ke Guam.

Pesawat bomber B-1B milik Angkatan Udara AS dikawal pesawat tempur F-15 milik Angkatan Udara Korsel
di atas semenanjung Korea, 29 Juli 2017. (AFP)




Sumber: AFP, USA Today


 
BERITA TERKINI

#HEADLINE


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan