UNESCO), dalam programnya menekankan pentingnya setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah. (Foto: Muhajir)
UNESCO), dalam programnya menekankan pentingnya setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah. (Foto: Muhajir)

Transsulawesi.com, Luwuk -- TP PKK Kabupaten Banggai bekerjasama dengan PT Donggi Senoro Lng (DSLNG) melakukan pelatihan kepada sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sabtu (29/7/2017). Bertempat di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), acara tersebut di buka oleh Bupati Banggai Herwin Yatim bersama ibu Bupati Suraida Murad selaku Ketua TP PKK.

Acara dengan tema “Pelatihan Pengembangan Program Metodologi Bagi Pendidik PAUD” bertujuan untuk membekali tenaga pendidik PAUD agar mampu memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak.

Suliyanti Murad atau Anti Murad mewakili ketua TP PKK dalam pemaparan materinya menjelaskan beberapa poin penting untuk para pendidik PAUD. Anti menjelaskan bahwa PAUD merupakan tanggung jawab semua pihak keluarga, begitu juga dengan pemerintah dan pihak swasta.

Ia menjelaskan bahwa PAUD adalah proses untuk menyiapkan kemampuan dasar anak ditahap kehidupan selanjutnya demi meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, dengan adanya pelatihan kepada pendidik, diharapkan bisa memotivasi para penggiat PAUD.

Anti berharap bahwa pelatihan kepada pendidik PAUD bisa lebih berkembang kedepannya, tidak hanya di beberapa tempat saja. “semoga kedepannya bisa dilakukan dibeberapa tempat juga, biar lebih luas”. Ujarnya.  

Sementara itu, dikesempatan yang sama, Rohani Simbolon mewakili CSR DSLNG mengatakan bahwa pelatihan metodologi merupakan salah satu program dibidang pendidikan dengan bermitra dengan TP PKK Banggai.

“ini pelatihan pengembangan program guru PAUD untuk 4 kecamatan yang sesuai dengan visi misi Kabupaten Banggai adalah mencerdaskan masyarakat, dan salah satu program TP PKK”.  

Bukan kali ini saja, program mitra dibidang pendidikan PAUD susah sejak lama di lakukan oleh DSLNG. Menurut Ani, perusahaan telah dua tahun berturut turut melakukan pengembangan untuk tenaga pendidik PAUD.

“tahun 2016 kita pelatihan guru PAUD di tiga kecamatan, kita juga melakukan pelatihan dengan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Banggai, dan ini yang ketiga pelatihan guru PAUD, tapi lebih luas wilayahnya di kecamatan Luwuk dan sekitarnya”.

Ani mengatakan bahwa program pelatihan guru PAUD bertujuan untuk mensinergikan program pengembangan DSLNG dengan program pemerintah daerah Banggai. Kemudian program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap generasi dunia pendidikan di Kabupaten Banggai.

“tujuan kita mensinergikan program kita dengan pemerintah daerah banggai, program pelatihan ini juga bentuk kepedulian terhadap generasi pendidikan”.

“Karena anak pelajar PAUD adalah generasi Golden Age dalam dunia pendidikan, sehingga perlu perhatian dari perusahaan untuk mereka”. Tutupnya.

Sekedar informasi, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dalam programnya menekankan pentingnya setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah.

Pada tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meraih penghargaan UNESCO Prize for Girl’s and Women’s Education 2016. Penghargaan tingkat dunia ini diberikan karena kepedulian Indonesia yang telah mengenalkan program pengarusutamaan gender sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

(Mhr)