NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Viral, Warganet Kecam Pria Yang Menenteng Golok Diarea Penggusuran Tanjung

Publika Jum'at, 28 /07/ 2017 21:38:24 2633 Pembaca  

Warganet yang didominasi kaum perempuan mengecam tindakan pria yang mengancam warga tanjung dengan sebilah golok. (Foto: Facebook)
Warganet yang didominasi kaum perempuan mengecam tindakan pria yang mengancam warga tanjung dengan sebilah golok. (Foto: Facebook)

Transsulawesi.com, Jakarta – Warganet Kota Luwuk ramai membincangkan gambar seorang pria menenteng sebilah golok difacebook pada saat penertiban areal lokasi penggusuran kawasan Tanjung Sari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kamis (27/7/2017) kemarin.

Dari informasi yang didapatkan, pria tersebut merupakan orang suruhan ahli waris yang sempat cekcok dengan warga tanjung. Pria tersebut lantas mengambil golok kemudian mengancam warga korban penggusuran tanjung, karena niatnya bersama puluhan kawan kawannya dihalangi oleh warga tanjung.

Warganet yang didominasi kaum perempuan mengecam tindakan pria tersebut. “Knpa itu kon so pegang parang” ujar akun facebook yuli.

Lanjut dengan akun ibu Nita yang malah bingung bertanya kenapa sampai terjadi hal tersebut. “Siapa org yg bwh parang dan mo b.apa dia”. Ujar Nita dalam facebooknya.

Sementara itu beberapa akun facebook juga menilai perlu ada upaya hukum terhadap pria tersebut. “kenapa tdk ditangkap”. Ujar Ernawati.

Baca Juga : Kian Terancam, Warga Tanjung Nyaris Bentrok Dengan Suruhan Ahli Waris

Beruntung dalam kejadian tersebut, dapat diredam. Salah satu aktivis pendamping warga Tanjung, Yusuf Kiki, mengatakan warga merasa terancam dengan kedatangan 40 orang suruhan ahli waris itu. Sebab, beberapa warga sempat mendapatkan tekanan dengan dikejar menggunakan benda tajam berupa parang.

“Kalau saja polisi tidak cepat datang, mungkin sudah terjadi perkelahian. Tinggal tunggu siapa yang duluan memukul,” kata Kiki, usai kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketauhi pasti siapa pria yang mengancam warga tanjung dengan sebilah golok tersebut.

(Mhr)


 

#HEADLINE

Soal Utang Nyaris Rp 4.000 T, Ekonom: Harus Dorong Produktivitas
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan