NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Senior Vice President Pertamina Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

Reportase Jum'at, 21 /07/ 2017 05:57:14 2632 Pembaca  

Kasus ini bermula setelah polisi mencurigai penjualan tanah seluas 1.088 meter persegi milik Pertamina di kawasan Simprug, Jakarta Selatan pada 2011. (Foto: Tempo)
Kasus ini bermula setelah polisi mencurigai penjualan tanah seluas 1.088 meter persegi milik Pertamina di kawasan Simprug, Jakarta Selatan pada 2011. (Foto: Tempo)

Transsulawesi.com, Jakarta -- Senior Vice President Asset management PT. Pertamina (Persero), Gathot Harsono ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penjualan aset oleh Bareskrim Polri. Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi, ahli dan menggeledah kantor Pertamina.

Kasus ini bermula setelah polisi mencurigai penjualan tanah seluas 1.088 meter persegi milik Pertamina di kawasan Simprug, Jakarta Selatan pada 2011. Polisi menduga lahan milik Pertamina itu dijual di bawah harga pasar.

"Telah ditetapkan Gathot Harsono selaku SVP Asset Management PT Pertamina Persero tersangka terkait dalam dugaan tindak pidana korupsi penjualan atau pelepasan aset milik Pertamina berupa tanah di Simprug Kavling, Jakarta Selatan, seluas 1.088 meter persegi," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, Kamis (20/7/2017).

Pelepasan aset tanah tersebut terjadi pada tahun 2011. Sedangkan penetapan Ghatot sebagai tersangka di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada 15 Juni 2017. Ghatot menjadi tersangka berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) Nomor Sprin.Sidik/129.a/VI/2017/Tipidkor.

Meski sudah menetapkan Gathot sebagai tersangka, tapi polisi belum menahan pejabat Pertamina itu.

Menurut Martinus, penyidik akan melengkapi berkas dan melimpahkan ke Kejaksaan Agung. Hingga saat ini polisi sudah memeriksa 25 orang saksi yang diduga mengetahui dugaan perbuatan korupsi Gathot, memeriksa dua orang ahli, menggeledah kantor Pertamina, menyita dokumen dan mengantongi audit dari BPK RI.

"Perhitungan kerugian negara dari BPK RI senilai Rp 40,9 miliar,"ujarnya.

Pada Rabu (7/6), Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menggeledah 9 ruangan di kantor Pertamina, Jakarta Pusat. Saat penggeledahan, penyidik membawa beberapa barang bukti, di antaranya PC (personal computer) dan beberapa dokumen.

(Mhr)


 

#HEADLINE

Soal Utang Nyaris Rp 4.000 T, Ekonom: Harus Dorong Produktivitas
BERITA TERKINI
BERITA PILIHAN

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan