NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Bisnis Haram di Beking Polisi. Kasat Narkoba Touna Terima Suap dari Bandar Sabu

Sabtu, 15 /07/ 2017 13:24:04 4115 Pembaca  

Kasat Narkoba Polres Touna Iptu Sudji Hartono (kemeja putih).Foto:Qadri/kabarselebes
Kasat Narkoba Polres Touna Iptu Sudji Hartono (kemeja putih).Foto:Qadri/kabarselebes

Transsulawesi.com, Touna -- Kepala Satuan Narkoba Polres Tojo Unauna (Touna) Iptu Sudji Hartono sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang hasil narkoba oleh penyidik Badan Narkotika Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala BNN Provinsi Sulteng, Brigjen Pol Tagam Sinaga membenarkan, Iptu Sudji Hartono ditetapkan sebagai tersangka lantaran menerima uang suap hasil bisnis narkotika dari oknum polisi berpangkat Bripda inisial BS dan seorang warga sipil Inisial IR.

"Jadi, tersangka menerima suap berupa uang tunai dari bandar itu setiap bulan."

Meski tidak menyebut berapa besaran suap yang diterima Sudji, dia memastikan uang suap yang diterima Sudji berasal dari hasil jualan sabu.

"Untuk besaran suap masih kami dalami," tegas Tagam pada Rabu (12/7/2017).

Dengan tertangkapnya dua anggota polisi di wilayah hukum Touna itu, terjawab sudah siapa beking peredaran narkoba yang marak di kota Ampana (Ibukota Touna).

Setelah mengatauhi dua anggota Polres Touna tertangkap berbisnis barang haram, Kapolres Touna AKBP Bagus Setiono mengaku tidak akan melindungi mereka.

“Tanpa pandang bulu untuk memberikan sangsi kepada setiap oknum anggota yang bersalah, sesuai undang-undang yang berlaku dengan asas praduga tak bersalah,” tegasnya

Bahkan kata AKBP Bagus, pihaknya dan BNN Kabupaten Morowali senantiasa terus berkomitmen memberantas narkoba didaerah itu.

“Bersama BNNK Touna, berkomitmen memberantas Narkoba di daerah ini,” kata Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Touna Jumat (14/7/2017).

Karena bagaimanapun, imbuh AKBP Bagus, Narkoba adalah musuh kita bersama, dan untuk memerangi itu (narkoba) sudah jadi program dan kebijakan baku dari Presiden.

“Program dan kebijakan Presiden RI, termasuk Kapolri, BNN dan Kapolda serta Kapolres,” jelasnya.

***

Pengendusan bisnis haram yang dibekingi polisi itu bermula dari laporan warga Kota Ampana kepada BNN, warga melaporkan soal maraknya peredaran sabu-sabu di daerah tersebut. Perdagangan obat terlarang ini makin merajalela disinyalir dibekingi anggota kepolisian.

Benar saja, dari hasil kerja Tim gabungan BNN mereka berhasil mengendus salah seorang bandar beinisial IR. Tersangka tidak melakukan perlawanan saat ditangkap dan dari tangannya ditemukan uang hasil transaksi serta sabu-sabu.

Saat diinterogasi, tersangka mengaku barang haram itu diperoleh dari salah seorang polisi bernisial SB. Tim gabungan pun bergerak menuju tempat persembunyian BS. Saat petugas  menyergap dan melakukan penangkapan, BS dan IR berusaha kabur.

Petugas dari BNN melepaskan tembakan peringatan, tetapi tidak diindahkan sehingga keduanya terpaksa dilumpuhkan dan ditembak di bagian betis. Brigadir BS terancam penjara minimal lima tahun sekaligus dipecat dari kesatuannya. "Ini perbuatan yang sangat disayangkan, apalagi dilakukan oleh oknum polisi," kata Tagam.

(SF/Sam)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan