NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Peristiwa

Ular Piton Masuk ke Tempat Belanja dan Serang Warga

Sabtu, 15 /07/ 2017 11:07:45 3315 Pembaca  

Ilustrasi
Ilustrasi

Transsulawesi.com, Banggai - Seekor ular piton sepanjang 3 meter menyelinap masuk di bawah lapak jualan warga di pasar tradisional kecamatan Batui, Banggai, Sulawesi Tengah. Dikabarkan ular tersebut sempat mematuk seorang warga. Sabtu (15/7/2017)

Diperkirakan akibat luapan air di selokan belakang bangunan pasar yang dipenuhi sampah ular tersebut masuk ke areal belanja. Keberadaan ular warna hitam kecoklatan itu baru diketahui setelah mematuk kaki seorang pria yang sedang menemani istrinya berbelanja.

Begitu menyadari bahwa ada ular piton yang mematuk pengunjung, hampir seluruh pembeli lari pontang-panting dan pemilik lapak berloncatan naik diatas lapak jualan menghindari serangan ular tersebut.

"Kitorang (kami) kaget semua liat ular piton yang langsung muncul ditengah lorong (belanja). Yang bikin takut itu om yang dipatuk, " tutur Inah (40) yang berjualan.

Karena banyak para ibu yang berteriak ketakutan, para pengojek yang sedang mangkal dipertigaan pasar langsung turun tangan memburu ular tersebut.

Hanya beberapa saat kemudian ular itu berhasil ditangkap para pengojek, proses penangkapannya sempat menegangkan karena ular piton sempat melilit kaki meja jualan dan berusaha kembali menyelinap dibawah terpal jualan sehingga sulit ditarik.

Ular piton baru bisa ditangkap setelah warga melukai badan ular dengan parang.

“Rencananya ularnya mau kita jual kalau masih laku, karena ada luka dibadannya harganya jadi murah” ujar Iwan salah satu pengojek.

Sedangkan korban yang dipatuk langsung dilarikan ke puskesmas, namun kondisi korban tampak stabil.

“Langsung dibawah ke puskesmas tadi, takut jangan ada racunnya, tapi orangnya saat dibawah ke rumah sakit tampak sehat, ia cuma kaget jadi kelihatan pucat” imbuh Iwan.

Maraknya ular piton berukuran sedang yang berkeliaran dan sering terlihat melintas di jalan raya di pusat keramaian pasar batui, menurut warga sering terjadi saat musim penghujan tiba. Diduga sarang ular – ular piton tersebut terendam air atau hanyut terbawa air selokan. (FA)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan