NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

OPINI

Betulkah Menggunakan Botol Plastik Berulang Kali itu Berbahaya

Jum'at, 07 /07/ 2017 00:56:50 8384 Pembaca  

Ilustrasi (Google)
Ilustrasi (Google)

Oleh: Helen Tjota

Sikap dan perilaku masyarakat yang seringkali mengabaikan keamanan pangan yang dikonsumsinya dapat menyebabkan mudahnya terjangkit penyakit bagi kesehatan masing-masing. Sikap dan perilaku yang umumnya sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah penggunaan botol plastik yang terjadi berulang-ulang.

Ada berbagai macam alasan yang seolah membenarkan sikap tersebut, seperti malas membeli botol minuman pribadi, botol plastik lebih praktis dan dapat langsung digunakan kembali (atau dicuci terlebih dahulu), ataupun alasan menjaga lingkungan dengan menggunakan bahan plastik berkali-kali sehingga mengurangi sampah. Namun, apakah sikap ini adalah sikap yang benar berdasarkan sanitasi dan keamanan pangan yang dikonsumsi?

Dilansir dalam Standar Nasional Indonesia (SNI), cemaran mikroba dalam Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diperbolehkan dalam pasaran adalah maksimal 105 pada air mineral. Jumlah ini terbilang merupakan jumlah yang cukup besar namun jumlah ini adalah jumlah normal yang tidak akan berdampak pada kesehatan manusia.

 AMDK dapat menimbulkan bahaya kesehatan apabila terdapat perlakuan yang tidak sesuai seperti terpapar sinar matahari. Sinar matahari dapat meningkatan suhu dan menyebabkan oksidasi pada bahan plastik. Suhu yang meningkat cenderung akan mengaktifkan aktivitas mikroba sehingga dapat berkembang biak dalam jumlah yang lebih banyak dan memungkinkan memengaruhi kesehatan tubuh.

 

Proses oksidasi yang terjadi pada bahan plastik juga dipengaruhi oleh bahan plastik yang digunakan. Umumnya AMDK menggunakan kemasan plastik polyethylene ethylen terephalate yang biasa disebut PET atau PETE. Plastik PET ini ditujukan hanya untuk penggunaan sekali pakai dan apabila digunakan berulang kali dapat menimbulkan oksidasi plastik sehingga timbul zat karsinogenik yang larut dalam air yang akan dikonsumsi.

Salah satu zat karsinogenik yang terdapat pada bahan plastik adalah Bisphenol A (BPA). BPA dapat berbahaya bagi tubuh karena sifatnya yang dapat larut dalam air dan memang terbentuk dari proses produksi pembuatan plastik polikarbonat.

Sedangkan apabila ditinjau lebih lanjut pada kemasan bagian bawah AMDK, terdapat keterangan yang menunjukkan jenis plastik yang digunakan pada kemasan dalam bentuk simbol daur ulang yang berisikan angka dan keterangan jenis plastik.

Oleh karena itu, disarankan bagi masyarakat yang masih menggunakan botol plastik berulang kali untuk lebih berhati-hati. Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan lebih peka terhadap jenis bahan yang digunakan pada kemasan bahan pangan yang akan dikonsumsi dan juga untuk tidak memaparkan sinar matahari baik langsung maupun tidak yang dapat menyebabkan oksidasi pada bahan plastik.

Masih inginkah anda menggunakan botol plastik berulang kali? 

Penulis adalah Mahasiswa pada Program Studi Teknologi Pangan Universitas Surya

 

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan