NEW EDITION
    Voice of East Sulawesi

Nasional

Penusukan Anggota Brimob Diduga Merupakan Upaya Serangan Balasan

Sabtu, 01 /07/ 2017 21:46:37 3537 Pembaca  

Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai serangan teror di Markas Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri merupakan bentuk serangan balasan. (Foto: kininews)
Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai serangan teror di Markas Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri merupakan bentuk serangan balasan. (Foto: kininews)

Transsulawesi.com, Jakarta -- Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai serangan teror di Markas Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri merupakan bentuk serangan balasan.

Balasan itu terkait dengan aksi penangkapan yang dilakukan Detasemen Khsusus 88 Antiteror Polri terhadap sejumlah terduga teroris usai aksi teror di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Menurutnya, rekan-rekan terduga pelaku teror yang telah ditangkap marah dan tidak terima dengan berbagai upaya yang dilakukan polisi. Harits juga mengatakan bahwa ada kelemahan polisi dalam menggunakan hak diskresi yang dimiliki dan dapat melahirkan aksi teror lebih besar.

"Polisi harus ditingkatkan profesional manajemennya. Pelaku membawa pisau sangkur, aparat sendiri mempunyai peluru tajam tapi dia juga punya sangkur dan dia juga dilatih bela diri," katanya.

Peristiwa penyerangan terhadap dua anggota Brimob kemarin (30/6) malam, di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta selatan, membuat sejumlah situasi kian mencekam.

Salah satu saksi, Fauzi Abdul Wopih pedagang Soto Ayam di daerah Lapangan Bhayangkara mengatakan kejadian yang terjadi di Masjid Falatehan awalnya dikira ada yang kemalingan. Ada suara gaduh terdengar, jadi anggota Brimob yang lagi berada di Lapangan Bhayangkara berlari ke arah masjid.

"Pada berhamburan polisi keluar dari tenda," kata Fauzi saat ditemui Tempo di Jalan Fatehelan, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Mei 2017.

Anggota Brimob AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bakhtiar menjadi korban penusukan saat salat isya di Masjid Falatehan, Jumat (30/6). Ia diserang oleh Mulyadi yang diduga merupakan bagian dari jaringan teroris.

Akibat tusukan itu Dede mengalami luka sobek pada pipi kanan sepanjang 15 cm yang tembus ke bibir atas. Sedangkan Syaiful mengalami luka sobek pada pipi kanan sepanjang 10 cm yang tembus ke dinding pipi dalam.

Mulyadi sempat melarikan diri ke arah Terminal Blok M. Ia akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah diduga berbalik melawan petugas. Mulyadi tewas diterjang timah panas petugas.

(Mhr)

 

Komentar

BERITA TERKINI


Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan